Kasus Covid Turun, Presiden Jokowi Minta Bank Segera Kucurkan Kredit

Kompas.com - 15/09/2021, 11:08 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers tentang perkembangan terkini pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/8/2021). Presiden Joko Widodo memutuskan tetap memperpanjang kebijakan PPKM hingga 6 September 2021 meskipun perkembangan kasus COVID-19 semakin menunjukan tren penurunan. ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Setpres/Handout/wsj. ANTARA FOTO/Biro Pers Dan MediaPresiden Joko Widodo memberikan pernyataan pers tentang perkembangan terkini pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/8/2021). Presiden Joko Widodo memutuskan tetap memperpanjang kebijakan PPKM hingga 6 September 2021 meskipun perkembangan kasus COVID-19 semakin menunjukan tren penurunan. ANTARA FOTO/Biro Pers dan Media Setpres/Handout/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo mengajak dunia usaha segera melakukan ekspansi bisnis karena kasus Covid-19 sudah menurun.

Dia juga meminta bank untuk mengucurkan kredit agar dunia usaha punya modal untuk mengembangkan bisnis.

"Saya mengajak dunia perbankan dan dunia usaha untuk segera lakukan ekspansi dan segera mengucurkan kredit dan segera menggeliatkan dunia usahanya," kata Jokowi dalam diskusi UOB Economic Outlook 2022, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Pemerintah Targetkan Penyaluran Kredit UMKM Mencapai Rp 2.000 Triliun Pada 2024

Jokowi menuturkan, pandemi harus menjadi momentum untuk melakukan transformasi ekonomi dan mengembangkan ekonomi berkelanjutan seperti ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy).

Menurut Jokowi, saat ini adalah momentum yang tepat bagi dunia usaha untuk tumbuh secara berkualitas, berkelanjutan, dan merata. Sebab, Indonesia punya peluang besar mengembangkan pasar dan ekspansi ke negara lain.

"Kita punya peluang tumbuh lebih tinggi, potensi pasar ekspor masih terbuka lebar. Mitra dagang kita juga mulai pulih pada kuartal II 2021. China tumbuh 7,9 persen (yoy), AS tumbuh 12,2 persen (yoy), Jepang 7,6 persen (yoy), India bahkan tumbuh 20,1 persen (yoy)," tutur Jokowi.

Jokowi bilang, peluang ini harus dimanfaatkan untuk mendorong kegiatan ekspor sebanyak-banyaknya.

Di sisi lain, peluang tumbuhnya ekonomi bisa ditopang oleh pertumbuhan investasi. Dia meyakini investasi akan tumbuh lebih tinggi dengan berbagai reformasi struktural yang sudah disiapkan Indonesia.

Reformasi ini banyak memberikan kemudahan berusaha, salah satunya melalui online single submission (OSS) berbasis risiko. Perizinan berusaha secara online ini menciptakan iklim investasi yang semakin menarik di Indonesia.

Baca juga: Restrukturisasi Kredit Diperpanjang hingga 2023, Ini Dampaknya pada Perbankan

"Saya mengajak Bapak/Ibu sekalian untuk secara sigap memanfaatkan peluang ini, kesehatan masyarakat terjaga, dan perekonomian tumbuh berlanjut dan merata," pungkas Jokowi.

Sebagai informasi, kasus harian Covid-19 menurun dari puncaknya di tanggal 15 Juli 2021 yaitu 56.000 kasus menjadi 2.577 kasus pada 13 September 2021. Persentase kasus harian Covid-19 adalah 13,6 kasus per 1 juta penduduk, jauh di bawah ASEAN.

Penurunan kasus aktif mempengaruhi tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy ratio/BOR). BOR nasional saat ini hanya 13,8 persen. BOR Wisma Atlet yang sempat melonjak 92 persen kini turun menjadi 7 persen.

Per 12 September 2021, angka positivity rate harian hanya 2,64 persen, lebih baik dari dunia di angka 8,3 persen. Angka kesembuhan mencapai 94,03 persen, pun di atas rata-rata dunia yang sebesar 89,59 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

OSS Belum Sempurna, Bahlil Akui Ada 2 Masalah Besar

OSS Belum Sempurna, Bahlil Akui Ada 2 Masalah Besar

Whats New
Kinerja Emiten GGRM dan HMSP Merosot Konsultan Khawatir Rokok Murah Bakal Merajalela

Kinerja Emiten GGRM dan HMSP Merosot Konsultan Khawatir Rokok Murah Bakal Merajalela

Whats New
Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

Rekam Jejak Lin Che Wei, Bongkar Skandal Bank Lippo hingga Bantu Rumuskan Ragam Kebijakan Pemerintah

Whats New
Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

Multi Bintang Indonesia Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Tahun 2025

Whats New
Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

Mentan SYL Optimistis PMK Dapat Segera Diatasi

Whats New
Meraih Peluang 'Value Chain' Baterai Mobil Listrik

Meraih Peluang "Value Chain" Baterai Mobil Listrik

Whats New
Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

Mengenal MLFF, Sistem Pembayaran Tol Tanpa Sentuh yang Bakal Gantikan E-Toll

Whats New
Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

Ini Cara Daftar m-Banking BPD DIY di ATM dan HP Tanpa ke Bank

Spend Smart
Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

Hadir di Makassar, Kampus UMKM Shopee Ke-9 Siap Bantu Pelaku UMKM Sulsel Naik Kelas

Whats New
Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

Cerita Menteri Bahlil Saat Larangan Ekspor Nikel Diberlakukan: Pak Erick Rugi, Saya Rugi...

Whats New
Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

Lanjutkan Kenaikan, IHSG Ditutup Melonjak 2,24 Persen

Whats New
Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

Alkindo Naratama Luncurkan Hexcel Wrap, Plastik Ramah Lingkungan Pengganti Bubble Wrap

Whats New
Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

Mulai Hari Ini Penumpang Pesawat Tak Perlu Tes Covid-19 jika Sudah Vaksin Dosis 2 dan Booster

Whats New
Kampus UMKM Shopee Hadir di Makassar, Siap Bantu UMKM Sulawesi Selatan Naik Kelas

Kampus UMKM Shopee Hadir di Makassar, Siap Bantu UMKM Sulawesi Selatan Naik Kelas

Rilis
Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Pemerintah Mulai Waspada, Konflik Rusia-Ukraina Bisa Kerek Inflasi Tinggi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.