Setelah El Salvador, Negara-negara ini Berminat Pakai Aset Kripto Sebagai Alat Pembayaran

Kompas.com - 16/09/2021, 19:04 WIB
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency. PEXELS/WORLDSPECTRUMIlustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah negara tengah bersiap-siap menyusul El Salvador untuk melegalkan aset kripto sebagai alat pembayaran sah.

Perwakilan dari bank sentral Honduras dan Guatemala dikabarkan tengah mempelajari kemungkinan mata uang digital ini bisa diadopsi sebagai mata uang legal dan bisa dijadikan opsi pembayaran untuk masyarakat Honduras dan Guatemala selain mata uang fiat.

Baca juga: Gara-gara Hoaks, Harga Aset Kripto Litecoin Melesat 25 Persen

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, bukan hanya Honduras dan Guatemala, sejumlah negara Amerika Tengah lainnya, seperti Kuba, Panama, dan Paraguay juga telah memiliki rencana untuk mengadopsi aset kripto.

Ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan negara-negara tersebut terhadap dollar AS.

"Kebanyakan warga di Honduras dan Guatemala bergantung dengan uang kiriman dari keluarga mereka yang bekerja di Amerika Serikat. Setiap kiriman uang ada biaya potongan yang cukup besar yang sudah ditentukan oleh pemerintah," kata Oscar dalam keterangannya, Kamis (16/9/2021).

"Dengan adanya rencana melegalkan kripto sebagai mata uang, tentu ini bisa dijadikan alternatif dan keuntungan untuk mereka," tambah dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, El Salvador resmi mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran sah di negaranya.

Baca juga: Ada Tren Koreksi, Harga Aset Kripto Ini Malah Melesat Nyaris 30 Persen

Para pelaku usaha pun diwajibkan untuk menerima aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar itu sebagai alat pembayaran sah

Selain negara-negara di Amerika Tengah, Ukraina baru-baru ini telah mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) yang melegalkan dan mengatur aset kripto.

Aturan ini menjadi payung hukum keberadaan aset kripto di negara Eropa itu.

Namun demikian, aturan tersebut hanya mengatur legalitas aset kripto sebagai komoditi dan bukan sebagai alat pembayaran seperti yang terjadi di El Salvador.

"Dengan adanya Undang-undang tersebut, tentu jalannya akan seperti apa bisa menjadi lebih jelas. Tidak hanya itu, dengan adanya undang undang ini, akan menumbuhkan rasa percaya untuk berinvestasi aset kripto dan menyimpannya sebagai suatu komoditas karena sudah didukung secara legal oleh negara," ucap Oscar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.