Milenial Jangan Buang Waktu, Susi Pudjiastuti Sarankan Bangun Bisnis Saat Pandemi

Kompas.com - 17/09/2021, 17:10 WIB
Susi Pudjiastuti mengendarai motor trail tipe kompetisi Kawasaki KX 85 Instagram @susipudjiastuti115Susi Pudjiastuti mengendarai motor trail tipe kompetisi Kawasaki KX 85

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengimbau generasi milenial untuk tak terlalu berleha-leha dan membuang-buang waktu.

Menurut dia kesuksesan bisa diraih ketika seseorang bisa melihat kesempatan dan momentum yang ada. Momentum ini biasanya tercipta di setiap krisis, termasuk pandemi Covid-19.

"Waktu terus berjalan jadi tidak boleh terlambat cathing up to momentum. Indonesia adalah big country (negara yang besar). Ketika Indonesia menjadi bangsa yang besar, opportunity jadi lebih besar," kata Susi dalam webinar Wealth Wisdom, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Ini Perbedaan Aturan Benih Lobster Era Susi Pudjiastuti hingga Wahyu Trenggono

Susi bilang, krisis memang sulit diprediksi kapan berakhir. Tapi anak muda harus menyadari momentum lebih dini. Momentum tersebut akan terlihat bila krisis disikapi dengan waspada dan asertif.

Dia berpendapat, tidak ada yang salah mulai membangun bisnis di masa pandemi. Sebab di saat seperti ini, banyak pebisnis yang masih takut melakukan ekspansi sehingga bisnisnya bergerak lambat.

Dengan begitu, membangun bisnis sekarang dengan melihat dan merespon momentum akan menghasilkan bisnis yang selangkah lebih cepat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau saat ini Anda punya kekuatan, punya sisa tabungan yang tidak mengganggu hari tua, lets to do something. Karena masih banyak yang slowing down sehingga menumbuhkan kesempatan. Tapi tentu butuh orang yang kritis dan agresif," beber Susi.

Salah satu bisnis yang dijalaninya hingga kini, yakni bisnis penerbangan Susi Air, juga tercipta berkat krisis tahun 2004 lalu.

Saat Tsunami melanda Aceh, pesawat kecil milik Susi Pudjiastuti menjadi satu-satunya pesawat yang bisa membantu para relawan keluar dari kawasan Aceh setelah menyalurkan bantuan.

Pesawat perintis itu justru punya kelebihan menjadi sarana transportasi bagi relawan yang wara-wiri ke Aceh. Karena kejadian ini, Susi Air lahir. Tadinya, pesawat tersebut kerap digunakan Susi mengangkut ikan hidup dan lobster yang mau diekspor.

Baca juga: Begini Cerita Susi Pudjiastuti soal Ivermectin

Namun, pengelolaan keuangan adalah faktor paling krusial agar bisnis terus berlangsung. Asal tahu saja, banyak bisnis besar hingga UMKM terpaksa gulung tikar karena tidak memiliki pembukuan dan pengelolaan uang yang benar.

"Bisnis sustain yang pertama harus dikelola dengan benar adalah finance. Karena hampir tidak mungkin melakukan sesuatu, menciptakan ide baru tanpa financing. Jadi ini harus dikelola prudent," pungkas Susi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.