Mendag Lutfi Minta Seluruh Pedagang di Pasar Rakyat Divaksin Covid-19

Kompas.com - 17/09/2021, 17:26 WIB
Pedagang berjualan dengan mengenakan masker dan pelindung wajah (face shield) di pasar tradisional Bendorejo, Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (13/06). ANTARA FOTO/Destyan SujarwokoPedagang berjualan dengan mengenakan masker dan pelindung wajah (face shield) di pasar tradisional Bendorejo, Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (13/06).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meminta seluruh pedagang yang berada di pasar rakyat seluruhnya harus divaksin Covid-19.

Dengan begitu, menurut Lutfi, pemerintah bisa membuat kebijakan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi di pasar rakyat.

Sebelumnya Mendag Lutfi mengatakan, saat ini pasar rakyat belum bisa menerapkan aplikasi PeduliLindungi lantaran persentase masyarakat yang sudah divaksin masih minim.

Baca juga: Mulai Disuntikkan Pada Juli 2022, Berapa Harga Vaksin Merah Putih?

"Hasil yang kita dapatkan mereka belum siap untuk mengerjakan PeduliLindungi ini karena contohnya di Pasar Sederhana di Jawa Barat, Bandung, yang baru divaksin itu sekitar 8,9 persen. Padahal syaratnya semua pedagang dan pengusaha di pasar mesti 100 persen divaksin, jadi kita belum siap melaksanakan itu," ujar Mendag Lutfi dalam konferensi pers Kinerja Perdagangan Agustus 2021 secara virtual, Jumat (17/9/2021).

Oleh sebab itu, lanjut Mendag, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan memastikan bahwa pasar-pasar terutama untuk pedagang beserta masyarakat di sekelilingnya harus divaksin 100 persen sebelum SOP PeduliLindungi dilaksanakan.

"Karena kita sadar, ketika PPKM ini, terjadi penurunan jumlah pengunjung dan omzet dari pedagang itu sendiri. Itu yang kita galakkan supaya kenyamanan orang, baik di mal maupun pusat perbelanjaan di luar mal atau di pasar rakyat mendapatkan suatu kenyamanan yaitu aman atau bisa berdampingan dengan Covid-19," kata Mendag.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mendag juga berharap dalam 3-4 minggu ke depan, Mendag beserta Kemenkes memiliki progres yang baik untuk vaksin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.