Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mendag Lutfi Minta Seluruh Pedagang di Pasar Rakyat Divaksin Covid-19

Kompas.com - 17/09/2021, 17:26 WIB
Elsa Catriana,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi meminta seluruh pedagang yang berada di pasar rakyat seluruhnya harus divaksin Covid-19.

Dengan begitu, menurut Lutfi, pemerintah bisa membuat kebijakan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi di pasar rakyat.

Sebelumnya Mendag Lutfi mengatakan, saat ini pasar rakyat belum bisa menerapkan aplikasi PeduliLindungi lantaran persentase masyarakat yang sudah divaksin masih minim.

Baca juga: Mulai Disuntikkan Pada Juli 2022, Berapa Harga Vaksin Merah Putih?

"Hasil yang kita dapatkan mereka belum siap untuk mengerjakan PeduliLindungi ini karena contohnya di Pasar Sederhana di Jawa Barat, Bandung, yang baru divaksin itu sekitar 8,9 persen. Padahal syaratnya semua pedagang dan pengusaha di pasar mesti 100 persen divaksin, jadi kita belum siap melaksanakan itu," ujar Mendag Lutfi dalam konferensi pers Kinerja Perdagangan Agustus 2021 secara virtual, Jumat (17/9/2021).

Oleh sebab itu, lanjut Mendag, pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan memastikan bahwa pasar-pasar terutama untuk pedagang beserta masyarakat di sekelilingnya harus divaksin 100 persen sebelum SOP PeduliLindungi dilaksanakan.

"Karena kita sadar, ketika PPKM ini, terjadi penurunan jumlah pengunjung dan omzet dari pedagang itu sendiri. Itu yang kita galakkan supaya kenyamanan orang, baik di mal maupun pusat perbelanjaan di luar mal atau di pasar rakyat mendapatkan suatu kenyamanan yaitu aman atau bisa berdampingan dengan Covid-19," kata Mendag.

Mendag juga berharap dalam 3-4 minggu ke depan, Mendag beserta Kemenkes memiliki progres yang baik untuk vaksin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sekjen Kemenaker: Green Jobs Tak Bisa Dihindari dan Harus Jadi Prioritas

Sekjen Kemenaker: Green Jobs Tak Bisa Dihindari dan Harus Jadi Prioritas

Whats New
IHSG Berharap ke 'New Blue Chips', Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Berharap ke "New Blue Chips", Simak Analisis dan Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Hasil Merger XL Axiata dan Smartfren Diproyeksi Akan Bernilai 3,5 Miliar Dollar AS

Hasil Merger XL Axiata dan Smartfren Diproyeksi Akan Bernilai 3,5 Miliar Dollar AS

Whats New
Ramai Aturan Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera, Ini Penjelasan BP Tapera

Ramai Aturan Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera, Ini Penjelasan BP Tapera

Whats New
Sampoerna Agro Tebar Dividen Rp 220 Miliar, Cek Jadwalnya

Sampoerna Agro Tebar Dividen Rp 220 Miliar, Cek Jadwalnya

Whats New
[POPULER MONEY] Jokowi Terbitkan Aturan Baru soal Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera | Pertamina Tertibkan Penjualan Eipiji 3 Kg

[POPULER MONEY] Jokowi Terbitkan Aturan Baru soal Potongan Gaji Karyawan untuk Iuran Tapera | Pertamina Tertibkan Penjualan Eipiji 3 Kg

Whats New
Setoran Pajak Loyo, Pendapatan Negara Turun

Setoran Pajak Loyo, Pendapatan Negara Turun

Whats New
 Kemendag Sebut Rencana Kenaikan MinyaKita Sudah Pertimbangkan Daya Beli

Kemendag Sebut Rencana Kenaikan MinyaKita Sudah Pertimbangkan Daya Beli

Whats New
Kegiatan Ekonomi: Definisi, Jenis, dan Contohnya

Kegiatan Ekonomi: Definisi, Jenis, dan Contohnya

Earn Smart
Tarik Tunai lewat EDC BCA Akan Dikenakan Biaya Admin Mulai 5 Juli 2024

Tarik Tunai lewat EDC BCA Akan Dikenakan Biaya Admin Mulai 5 Juli 2024

Whats New
Tips agar Tidak Terjebak Investasi Ilegal

Tips agar Tidak Terjebak Investasi Ilegal

Whats New
Cara Transfer Saldo LinkAja ke Rekening BCA

Cara Transfer Saldo LinkAja ke Rekening BCA

Work Smart
Bukan Sri Mulyani, Ini Daftar Pejabat Kemenkeu yang Duluan Berangkat ke IKN

Bukan Sri Mulyani, Ini Daftar Pejabat Kemenkeu yang Duluan Berangkat ke IKN

Whats New
Baznas: Donasi Masyarakat Indonesia untuk Palestina Tembus Rp 252 Miliar

Baznas: Donasi Masyarakat Indonesia untuk Palestina Tembus Rp 252 Miliar

Whats New
Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp 119,1 Triliun hingga April 2024

Pemerintah Sudah Tarik Utang Baru Rp 119,1 Triliun hingga April 2024

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com