Kata Bank Dunia soal Penghentian Sementara Laporan Easy of Doing Business

Kompas.com - 19/09/2021, 10:12 WIB
Bank Dunia Bank DuniaBank Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Dunia (World Bank) menghentikan sementara laporan kemudahan berusaha atau ease of doing business (EODB). Hal ini karena ada dugaan penyimpangan data EODB.

Dalam keterangan resminya, Bank Dunia saat ini sedang melakukan audit atas laporan dan metodologi yang digunakan untuk membuat laporan EODB.

Bank Dunia juga tengah menyoroti perilaku mantan pejabat dewan serta straf Bank Dunia yang saat ini masih bekerja, yang berhubungan dengan laporan EODB tahun 2018 dan 2020 tersebut terkait etika.

Baca juga: Menteri Investasi Sebut Kenaikan EoDB RI Tergantung Lobi-lobi

Laporan internal yang masuk ke kami mengangkat terkait masalah etika. Manajemen melaporkan dugaan tersebut didasarkan pada mekanisme akuntabilitas internal bank yang sesuai,” ujar Bank Dunia dalam keterangannya, seperti dikutip dari Kontan.co.id, Minggu (19/9/2021).

Ke depan, Bank Dunia mengaku akan memperbaiki dan menerapkan pendekatan baru untuk menilai iklim usaha dan investasi.

Hal ini sesuai dengan komitmen Bank Dunia untuk memajukan peran sektor swasta dalam pembangunan dan memberikan dukungan pada pemerintah untuk merancang peraturan yang sesuai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Penerapan Sertifikat Tanah Elektronik untuk Dongkrak Peringkat EODB Indonesia?

Harapannya, tidak akan ada lagi penyimpangan. Pasalnya, laporan yang dikeluarkan Bank Dunia ini sangat penting untuk mengukur peningkatan ekonomi dan sosial secara lebih akurat.

Hal itu juga menjadi instrumen yang berharga bagi sektor swasta, masyarakat sipil, akademisi, jurnalis, dan pihak lainnya untuk memperluas pemahanan terhadap isu terkait. Sehingga, data yang akurat menjadi kunci. (Bidara Pink)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Penjelasan World Bank terkait penghentian sementara laporan EoDB

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.