KILAS

Perkuat Peran Indonesia di Tingkat Global, Kementan Teken MoU dengan FAO

Kompas.com - 19/09/2021, 19:15 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Dirjen FAO Qu Dongyu menandatangani MoU penguatan Kerja Sama Selatan-Selatan serta Triangular (KSST) di bidang pertanian dan ketahanan pangan. Humas KementanMentan Syahrul Yasin Limpo dan Dirjen FAO Qu Dongyu menandatangani MoU penguatan Kerja Sama Selatan-Selatan serta Triangular (KSST) di bidang pertanian dan ketahanan pangan.

SYL menjelaskan, dalam implementasi kerja sama tersebut, Indonesia akan berperan dalam memberi dukungan teknis, mengembangkan kapasitas kelembagaan, serta mentransfer pengetahuan, pengalaman, dan teknologi inovatif.

Kemudian, Indonesia juga akan melakukan pertukaran pembelajaran ahli teknis, petani, dan pembuat kebijakan serta platform berbagi informasi, pengetahuan, pengalaman, dan kolaborasi.

(Baca juga: Januari-Agustus 2021, Ekspor Pertanian RI Tembus 2,58 Dollar AS)

Mentan SYL berharap, penandatanganan MoU tersebut juga akan memperkuat peran kepemimpinan Indonesia dalam kerangka KSST di sektor pertanian sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs 2030).

Posisi Indonesia sebagai “pemain netral” menjadi nilai tambah dalam menjalin kerja sama dengan berbagai negara berkembang lain atau yang juga dikenal dengan sebutan “Negara Selatan”.

Peningkatan peran aktif Indonesia di KSST sangat penting untuk memberikan manfaat dalam pembangunan negara, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun politik.

Sebagai informasi, KSST merupakan kerja sama antarnegara-negara selatan. Kerja sama ini menjadi sarana untuk saling berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan bersama di bidang pembangunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

(Baca juga: Berikan Penghargaan Bidang Pertanian, Mentan SYL Apresiasi Wapres dan Pemimpin Daerah)

Konfigurasi skema KSST terdiri atas beberapa bagian, yakni negara selatan penerima bantuan, negara selatan pemberi bantuan (donor), serta negara maju dan institusi multilateral yang berperan sebagai pendonor dan pendukung.

Sejak 1980-an, Indonesia mulai beralih menjadi negara donor dan terus berkomitmen untuk memperkuat KSST.

Selain melalui kerja sama dengan FAO, Kementan juga telah melaksanakan dan berperan dalam lebih dari 100 proyek kerja sama. Adapun manfaat proyek ini telah dirasakan oleh lebih dari 50 negara di Asia, Afrika dan Pasifik, serta Palestina.

Kemudian, sejumlah balai di Kementan juga telah menjadi center of excellence dalam pelaksanaan KSST. Balai tersebut di antaranya adalah Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari di Jawa Timur. Selain itu, Balai Pelatihan Pertanian Lembang di Jawa Barat serta Balai Pelatihan Pertanian Batu dan Ketindan di Jawa Timur.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Kementan Salurkan Alsintan untuk 2 Poktan di Sumbar

Untuk diketahui, Kementan juga merupakan perintis dalam pembangunan Pusat Pelatihan Pertanian atau Farmer’s Agricultural and Rural Training Center (FARTC) di Tanzania dan Agricultural Rural Farmers Training Center (ARFTC) di Gambia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.