KILAS

Lakukan Pertanian Pascapandemi, Kementan Dorong Program Klaster Pangan Lokal

Kompas.com - 21/09/2021, 13:23 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi Provinsi Papua beberapa waktu lalu. DOK. Humas KementanMenteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo saat mengunjungi Provinsi Papua beberapa waktu lalu.

Menurut dia, Indonesia bisa saja menjadi negara terkuat di dunia dengan sektor pertanian yang terkelola dengan baik.

“Apalagi pertanian saat ini terbukti mampu menyerap banyak tenaga kerja dan menghidupi jutaan warga yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK),” ucapnya.

Untuk itu, sebutnya, program yang digagas Kementan harus bisa diadopsi oleh banyak daerah lain, agar bisa mencapai 5CB.

Baca juga: Ini Strategi Kementan Antisipasi Musim Hujan yang Diprediksi Tiba Lebih Cepat

“Meski saya yakin perkembangannya akan sedikit lambat karena Covid-19, tapi lebih baik lambat daripada tidak sama sekali,” ucapnya.

Pertanian Indonesia jauh lebih baik

Direktur Program Indef Esther Sri Astuti mengatakan bahwa sektor pertanian Indonesia masih jauh lebih baik ketimbang negara-negara tetangga, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Meski demikian, dia menyarankan agar pemerintah mau mempelajari perkembangan sektor pertanian dari negara yang sudah maju, utamanya dalam hal pengelolaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kita bisa belajar dari Finlandia atau negara-negara Eropa lain yang sudah lebih dahulu menggunakan teknologi, jika tantangan kita saat ini berkaitan dengan perubahan iklim dan bencana,” ujar Esther.

Lebih lanjut, dia merasa bersyukur karena saat ini NTP dan NTUP di Indonesia terus mengalami perkembangan yang baik. Menurutnya, hal ini bisa menjadi pertanda baik untuk menjaga nilai kesejahteraan petani pada masa pandemi.

Baca juga: Harga Jagung Tinggi saat Stok Mencukupi, Ini Dalih Kementan

“NTP dan NTUP saat pandemi relatif meningkat dan ini bisa menjadi strategi kedaulatan pangan kita ke depan,” imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.