Membaca Peluang ‘Rujuk’ Garuda dan Lessor Usai Putusan Arbitrase London

Kompas.com - 21/09/2021, 16:34 WIB
Tangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020). dok. Instagram @garuda.indonesiaTangkapan layar pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia menggunakan masker, Selasa (13/10/2020).


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) diketahui kalah di Pengadilan Arbitrase Internasional London (London Court International Arbitration/LCIA) dalam gugatan lessor pesawat Helice Leasing S.A.S dan Atterisage S.A.S (Goshawk).

Gugatan yang dilayangkan lessor tersebut terkait pembayaran uang sewa pesawat. Sejumlah pengamat buka suara mengenai peluang Garuda Indonesia dalam melakukan pendekatan kepada para penggugat di luar jalur hukum formal.

Meski kalah pada putusan Pengadilan Arbitrase Internasional London, Garuda Indonesia dinilai masih punya peluang negosiasi untuk mencapai kesepakatan terbaik demi mendapatkan keringanan atas beban biaya sewa pesawat di tengah penurunan kinerja imbas pandemi.

Baca juga: Digugat Lessor, Garuda Indonesia Kalah di Pengadilan Arbitrase London

Pengamat Hukum Penerbangan dari Universitas Tarumanagara Prof Ahmad Sudiro menjelaskan, pada prinsipnya putusan abritrase tersebut final dan mengikat.

Kendati demikian, ada upaya lain yang dapat dilakukan oleh pihak Garuda Indonesia, yaitu melakukan pendekatan di luar pengadilan kepada pihak yang dimenangkan dalam putusan ini untuk meminta keringanan.

"Negosiasi pendekatan yang dapat dilakukan oleh pihak Garuda Indonesia ini diperbolehkan dan ini di luar yuridis formal," kata Prof Ahmad dalam keterangannya, Selasa (21/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Karena itu, Guru Besar Hukum di Universitas Tarumanagara ini menilai, walaupun putusan tersebut telah memiliki ketetapan hukum arbitrase, namun peluang renegosiasi masih dapat ditempuh.

Ia meyakini, jika Garuda Indonesia melakukan pendekatan secara baik maka bukan tidak mungkin akan memperoleh kesepakatan terbaik bagi seluruh pihak.

Baca juga: Kalah di Pengadilan Arbitrase London, Garuda Indonesia Jajaki Restrukturisasi dengan Lessor

"Saat ini dunia transportasi udara yang tidak hanya di Indonesia namun global mengalami masa-masa sulit di tengah terpaan pandemi Covid-19. Melalui jalan mediasi, pihak lessor diharapkan mau memberikan keringananya kepada Garuda Indonesia," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, di tengah masa yang penuh tantangan bagi industri penerbangan, pandemi ini sekiranya dapat dijadikan momentum bagi pelaku industri penerbangan untuk melakukan berbagai pembenahan strategi dan tata kelola bisnis, khususnya dalam hal legal governance.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.