Kompas.com - 21/09/2021, 21:10 WIB
Ilustrasi Blibli. KOMPAS.com/Bill ClintenIlustrasi Blibli.

Di sisi lain, meski BCA masih tampil sebagai salah satu perbankan terbesar di Indonesia, harus diakui bahwa era ekspansi perbankan seperti pembukaan kantor cabang baru atau mesin ATM baru sudah mendekati akhir.

Banyak pelaku industri perbankan mesti beradaptasi dan kini memilih ekspansi pembentukan bank digital.

Maka dari itu, Teguh menilai bahwa Grup Djarum mencoba mengalihkan surplus pendapatannya dari bisnis rokok dan perbankan untuk ekspansi ke berbagai sektor bisnis lain. Tak ayal, Grup Djarum cukup ekspansif sepanjang tahun ini.

Lantas, upaya Blibli yang bergerak di sektor e-commerce namun memilih untuk akuisisi perusahaan ritel konvensional macam RANC bukan tanpa alasan.

“Secara pangsa pasar, Blibli jelas masih kalah dibandingkan Tokopedia, Bukalapak, atau Shopee. Kalau fokus e-commerce saja pasti susah. Makanya mereka akuisisi perusahaan yang bukan e-commerce,” terang Teguh.

Adapun ekspansi Grup Djarum melalui TOWR yang akan mengakuisisi saham SUPR dinilai sebagai upaya konglomerasi tersebut untuk mengoptimalkan potensi bisnis internet yang kian berkembang di Indonesia. Terlebih lagi, persaingan di industri menara telekomunikasi cukup ketat di Indonesia.

Baca juga: Bos Djarum Surati Jokowi Tolak PSBB, YLKI: Mencerminkan Kepentingan Bisnisnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Teguh menambahkan, bukan tidak mungkin ketika seluruh agenda ekspansi yang dilakukan Blibli dan TOWR terealisasi, maka ini akan membuka kesempatan bagi Grup Djarum untuk menambah sumber pendapatan baru di masa mendatang. Hanya memang, cuan yang bisa didapat dari sektor-sektor tersebut belum akan menggantikan kontribusi dari bisnis rokok dan perbankan.

Ekspansi yang dilakukan Grup Djarum pun merupakan hal yang wajar, sebagaimana yang dilakukan oleh grup-grup konglomerat Indonesia lainnya.

“Grup-grup besar lain sudah mulai ekspansi ke sektor teknologi digital atau di luar core business mereka. Sekarang giliran Djarum yang agresif,” pungkas Teguh. (Dimas Andi)

 

Berita ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Berbagai rencana akuisisi digelar, Grup Djarum tergolong agresif di tahun ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.