Kementan Klaim Jagung Melimpah Ruah, Kenapa Mahal di Lapangan?

Kompas.com - 23/09/2021, 09:24 WIB
Petani memanen jagung hibrida P27 Gajah di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (18/3/2015). Jagung hibrida menjadi salah satu produk pangan unggulan di Lombok. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO KRISTIANTO PURNOMOPetani memanen jagung hibrida P27 Gajah di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (18/3/2015). Jagung hibrida menjadi salah satu produk pangan unggulan di Lombok. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan, stok jagung sebanyak 2,3 juta ton memang benar ada. Direktur Serelia Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Mohammad Ismail Wahab mengatakan, stok jagung sebanyak itu ada di beberapa tempat.

Yaitu di Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) sebanyak 722.000 ton. Lalu, di pengepul 744.000 ton, di agen 423.000 ton, dan sisanya di usaha lain sampai eceran ke rumah tangga.

Ismail menjelaskan, setiap pekan Kementan selalu memperbaharui data pasokan jagung. Hal itu dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan dan Pusat Data dan Informasi Pertanian.

"Badan Ketahanan Pangan melakukan survei periodik stok jagung di pengepul, gudang GPMT, dan pasar. Sedangkan Pusdatin kami secara langsung melalui mantri tani dan harmonisasi data BPS. Datanya sama," kata Ismail dalam keterangan tertulisnya dikutip dari Kompas TV.

Baca juga: Saat Peternak Ayam Tagih Janji Jokowi soal Swasembada Jagung

Menurut Ismail, masalah yang menyebabkan harga jagung mahal adalah distribusi yang tersendat. Bukan karena pasokan minim.

"Masalahnya saat ini bukan produksi, namun distribusi jagung ke peternak yang terhambat. Kami punya data stok, silahkan tanya kami bila benar ingin menyelesaikan perkara jagung peternak mandiri," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menambahkan, bulan September hingga Oktober adalah masa panen jagung yang ditanam di lahan sawah. Kementan mempersilahkan bila ada yang meragukan untuk mengecek sendiri ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di sisi lain, saat ini memang ada kecenderungan pabrik pakan besar dan pengepul untuk menyimpan jagung dalam jumlah besar. Lantaran mereka khawatir pasokan jagung untuk pakan terganggu, akibat kurangnya produksi dan harga jagung internasional juga sedang tinggi.

Baca juga: Janji Swasembada Daging Sapi 2 Periode Jokowi Ditagih

"Harga jagung di petani masih tinggi, karena pabrik juga masih berani membeli tinggi. Sementara harga pasar dunia naik 30 persen. Saya kira regulator harga jagung harus melakukan intervensi aktif. Kasian peternak mandiri kita," ujarnya.

Harga acuan

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi mengklaim penyebab harga jagung untuk pakan ternak tinggi karena terjadi disparitas harga antara Harga Acuan Pembelian (HAP) dari Kementerian Perdagangan dengan harga yang ada di pasaran.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.