Optimalkan Lahan Sekitar Stasiun, KAI Kembangkan Kawasan TOD

Kompas.com - 23/09/2021, 13:34 WIB
Foto dirilis Jumat (6/3/2020), memperlihatkan papan petujuk untuk pejalan kaki terpasang di kawasan Transit Oriented Development (TOD), Jalan Sudirman, Jakarta. Kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki di Jakarta hadir melalui pembangunan dan revitalisasi jalur-jalur pedestrian sebagai bagian dalam mendukung gerakan pejalan kaki. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARFoto dirilis Jumat (6/3/2020), memperlihatkan papan petujuk untuk pejalan kaki terpasang di kawasan Transit Oriented Development (TOD), Jalan Sudirman, Jakarta. Kenyamanan dan keselamatan bagi seluruh pejalan kaki di Jakarta hadir melalui pembangunan dan revitalisasi jalur-jalur pedestrian sebagai bagian dalam mendukung gerakan pejalan kaki.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun dengan mengembangkan kawasan yang terintegrasi transportasi massal atau transit oriented development (TOD).

Hal itu sebagai salah satu strategi perusahaan untuk optimalisasi aset yang dimiliki. Setidaknya ada 108 titik stasiun di Daop I Jakarta dan 18 titik stasiun LRT Jabodebek yang bisa dikembangkan menjadi TOD.

“Pengembangan TOD menjadi salah satu strategi jangka panjang KAI dalam mengoptimalkan aset-aset, terutama yang ada di kawasan stasiun,” ujar Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha KAI Jeffrie Korompis dalam webinar Parpenka, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Perluas Investasi ke Startup Indonesia, Capria Ventures Gandeng Perusahaan Investasi Milik Pandu Sjahrir

Ia menjelaskan, TOD merupakan konsep pengembangan kawasan di dalam dan sekitar simpul transit dengan radius antara 400 meter hingga 1 kilometer, yang meniktikberatkan pada intergasi antarmoda.

Pengembangannya bisa berupa hunian, komersil atau ritel, hingga perkantoran. Jeffrie mengatakan, pengembangan tersebut membuat lahan lebih bernilai tambah.

“Potensi pendapatan akan muncul sebagai akibat adanya kawasan TOD, di mana pengembangan itu tidak semata-semata mengembangkan stasiun namun juga meningkatkan nilai lahan disekitarnya,” kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jeffrie menyebutkan ada 3 topologi yang kawasan TOD yang dipersiapkan KAI.

Pertama, kawasan TOD tipologi urban yang merupakan campuran dari komersil, perkantoran, dan hunian di wilayah perkotaan yang memiliki intensitas tinggi atau pusat kegiatan primer.

Baca juga: Sebut Gernas BBI dan Penanganan Covid-19 Baik, Luhut: Itu karena Leadership Presiden yang Kuat

Proporsi pemanfaatan ruang dari kawasan TOD tipologi urban yakni 20 persen-60 persen untuk perumahan dan 40 persen-80 persen untuk non perumahan.

Contoh kawasan yang sedang dikembangkan studinya adalah Stasiun Tanah Abang, Senen, Dukuh Atas, Jakarta Kota, Bekasi, hingga Bogor.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.