Kemenperin: Relaksasi PPnBM Jadi "Game Changer"

Kompas.com - 23/09/2021, 14:07 WIB
Salah satu industri yang memproduksi kendaraan, Jakarta, Sabtu (17/10/2020). Dokumentasi Humas Kementerian PerindustrianSalah satu industri yang memproduksi kendaraan, Jakarta, Sabtu (17/10/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Doddy Widodo mengatakan, Relaksasi PPnBM DTP Kendaraan Bermotor berhasil meningkatkan penjualan mobil.

Adapun relaksasi program PPnBM DTP diberikan pada mobil dengan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc hingga 2.500 cc, per 1 Maret 2021.

"Setelah pemberlakukan program relaksasi PPnBM DTP mulai bulan Maret 2021, penjualan mobil yang masuk dalam skema relaksasi ini meningkat menjadi 99.370 unit. Lonjakan penjualan tertinggi terjadi pada bulan Maret 2021 dengan volume penjualan mencapai sekitar 40.833 unit," kata Doddy dalam acara Disemeninasi Analisis Dampak Insentif PPNBM DTP yang disiarkan virtual, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Ingat, Beli Mobil Baru Masih Bisa Dapat Diskon PPnBM hingga Akhir 2021

Menurut Doddy, peningkatan ini karena masih tingginya daya beli masyarakat dan peningkatan ulitisasi industri otomotif dan sektor terkait lainnya.

Dibeberkan Doddy, sebelum adanya insentif ini, penjualan mobil mengalami penurunan.

Pada bulan Maret 2019, penjualan mobil dengan jenis yang masuk dalam program tersebut sekitar 46.544 unit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian penjualan juga terus menurun, pada bulan April dan Mei 2019 menjadi 40.000 unit dan 40.137 unit.

Lalu pada periode awal pandemi, penjualan juga semakin menurun dimana penurunan terendah terjadi pada bulan April dan Mei 2020, penjualan mencapai 9.426 dan 6.907 unit.

Namun, pada awal Januari 2021 pemerintah kembali melirik usulan ini untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional yang mengalami pertumbuhan negatif. Atas arahan Presiden, Joko Widodo, akhirnya pemerintah memutuskan memberlakukan relaksasi PPnBM DTP untuk sektor otomotif.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Kementerian Keuangan yang telah menyetujui pengajuan kami terkait program ini dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.010/2021 tentang Pajak Penjualan atas Barang Mewah atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021," ungkap Doddy.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.