Setelah Relokasi Produksi Mesin Cuci dari China, Kini Indonesia Ekspor ke Jepang

Kompas.com - 24/09/2021, 08:06 WIB
Menperin Agus Gumiwang saat meluncurkan program Fasilitas Halal secara virtual, Kamis (19/8/2021). (Tangkapan Layar) KOMPAS.com/ ELSA CATRIANAMenperin Agus Gumiwang saat meluncurkan program Fasilitas Halal secara virtual, Kamis (19/8/2021). (Tangkapan Layar)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian telah merelokasi produksi mesin cuci dari China ke Indonesia yang kemudian diekspor ke Jepang.

Hal ini merupakan bentuk upaya pemerintah yang serius dalam mengelola dan memperbaiki iklim usaha khususnya bagi pelaku industri di Tanah Air.

“Hari ini kami melepas ekspor perdana produk mesin cuci dari PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PT PMI) ke Jepang. Ini merupakan hasil relokasi produksi mesin cuci dari China,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara Ekspor Perdana Produk Mesin Cuci tersebut, Kamis (23/9/2021).

Baca juga: Kemenperin: Relaksasi PPnBM Jadi Game Changer

Agus menyampaikan, relokasi dan ekspor produk mesin cuci ke Jepang tersebut sangat membanggakan, karena negara tersebut dikenal memilik pasar yang sangat sensitif dan selektif terhadap kualitas produk.

“Artinya, kualitas mesin cuci produksi PT PMI ini luar biasa,” imbuh dia.

Agus menyampaikan, relokasi produksi tersebut merupakan hasil dialog Menperin dengan para pemegang merek saat melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada Maret lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Selain mesin cuci, kita juga merelokasi produksi AC dari Malaysia ke Indonesia, serta merelokasi produksi lemari es dari Thailand yang produknya akan diekspor ke Jepang dan Hong Kong,” jelas Menperin.

Selain itu, ada juga relokasi produksi mesin cuci dari Taiwan ke Indonesia, yang nantinya diekspor ke Taiwan.

Baca juga: Kemenperin dan GAPMMI Dorong Neraca Komoditas Diberlakukan Tahun Depan

Kemenperin mencatat, ekspor mesin cuci menembus 14 juta dollar AS sepanjang tahun 2020. Angka ini naik 107 persen dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar 6,76 juta dollar AS.

Sementara pada kuartal I/2021, ekspor mesin cuci mencapai 4,85 juta dollar AS.

Menperin menjelaskan, pengelolaan dan perbaikan iklim usaha telah diakomodasi oleh Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Dalam UU tersebut, para pelaku industri di Tanah Air mendapatkan berbagai kemudahan, mulai dari izin usaha hingga pemberian insentif fiskal dan nonfiskal.

Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah dalam mendorong percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, yang sama-sama memprioritaskan pemulihan kesehatan dan ekonomi.

Baca juga: Genjot TKDN IKM, Begini Langkah Kemenperin

“Pemerintah terus berupaya untuk menjaga tingkat resiliensi industri di dalam negeri melalui sejumlah kebijakan strategis, misalnya berupa pemberian stimulus atau insentif sehingga para pelaku industri bisa mengatasi tantangan pandemi dan terus bertumbuh,” kata Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.