Ini Strategi Krakatau Steel Cetak Laba usai Merugi selama 8 Tahun

Kompas.com - 24/09/2021, 15:45 WIB
Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim saat peluncuran aplikasi Krasmart Connect di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, Jumat (11/12/2020). Dok. Krakatau Steel Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim saat peluncuran aplikasi Krasmart Connect di Gedung Krakatau Steel, Jakarta, Jumat (11/12/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk hingga Agustus 2021 terus membukukan laba bersih sebesar Rp 800 miliar.

“Perolehan laba bersih hingga Agustus 2021 ini meningkat 54 persen di atas realisasi laba pada periode yang sama di 2020 yang sebesar Rp 362,5 miliar,” ujar Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim dalam keterangannya, Jumat (24/9/2021).

Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Krakatau Steel hingga Agustus 2021 juga tercatat naik 2,2 kali lipat menjadi Rp 1,6 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 696 miliar.

Baca juga: Hingga Juli 2021, Krakatau Steel Kantongi Laba Bersih Rp 609 Miliar

Selain itu, produktivitas Krakatau Steel meningkat hingga Agustus 2021. Penjualan tercatat mencapai 1,27 juta ton atau naik 31 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar sebesar 980.000 ton.

Produksi bahkan naik 45 persen menjadi sebanyak 1,30 juta ton hingga akhir Agustus 2021, dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar 900.000 ton.

Strategi Bisnis Krakatau Steel

Silmy mengatakan, pihaknya melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja perseroan. Di antaranya, mulai dari meningkatkan ekspor, mengembangkan program digitalisasi, hingga penguatan pangsa pasar melalui strategi hilirisasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Strategi pengembangan usaha melalui pembentukan subholding, optimalisasi kinerja, operational excellence, serta melanjutkan program transformasi dan efisiensi juga merupakan kunci dari pencapaian kinerja positif kami,” jelasnya.

Hingga Agustus 2021, Krakatau Steel mampu menurunkan kembali fixed cost mencapai 16 persen dan variable cost mencapai 8 persen. Upaya efisiensi ini meneruskan penghematan yang sudah dilakukan di tahun lalu dengan penurunan biaya operasional hingga 41 persen.

Ia mengatakan, dari sisi transformasi, saat ini Krakatau Steel sudah melakukan perubahan budaya kerja menjadi performance culture, sehingga proses kerja menjadi lebih lincah dan lebih cepat.

"Sesuai dengan visi misi baru kami, saat ini Krakatau Steel lebih kompetitif, untung, dan terpercaya,” imbuh Silmy.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.