Pegadaian Kaji Rencana Pembentukan Bank Emas Pertama di Indonesia

Kompas.com - 26/09/2021, 08:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pembentukan bank emas mengemuka. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mendorong PT Pegadaian (Persero) untuk menjadi bullion bank atau bank emas pertama di Indonesia.

Apalagi, Pegadaian juga sudah memiliki bisnis tabungan emas.

Pegadaian mengungkapkan, sampai dengan saat ini, perseroan sudah melakukan kajian sebagai bagian dari working group kajian bullion bank yang dikoordinir Kemenko Perekonomian dan Kemenkeu.

Baca juga: Mengenal Blok Wabu, Gunung Emas dalam Konflik Luhut Vs Haris Azhar

"Dalam hal ini OJK pun terlibat karena merupakan bagian dari working group dan telah memberikan saran terhadap kajian ekosistem bullion bank. OJK juga saat ini dalam tahapan kajian pendirian bullion bank tentu dari sudut pandang dan kepentingan regulator memberikan masukan kepada Kemenko," kata Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) R Swasono Amoeng Widodo kepada Kontan.co.id, dikutip pada Minggu (26/9/2021).

Amoeng menyebut, secara prinsip pihaknya sudah membuat kajian. Langkah berikutnya tentu sebagai bagian dari grup BUMN pihaknya menunggu arahan dari Regulator.

Menurut dia, di luar negeri praktek bullion bank sangat tergantung dengan latar belakang, kondisi perdagangan emas dan tujuan pendirian bullion bank itu sendiri, sehingga praktek di masing-masing negara berbeda sesuai dengan hal tersebut.

"Pegadaian berprinsip, akan mensupport keputusan pemerintah dalam mensukseskan bullion bank," ujar Amoeng.

Baca juga: Mengintip Pergerakan Harga Emas Antam Selama Sepekan Ini

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, aturan mengenai bank bullion ini masih digodok oleh Kementerian Koordinator Perekonomian. Kementerian BUMN akan memberikan dukungan agar Pegadaian bisa menjadi bullion bank pertama di dalam negeri.

“Indonesia belum ada izin bank yang simpan fisik emas. Sebenarnya Pegadaian sudah lakukan itu, tapi masih dalam konsep titipan,” ujar pria yang akrab disapa Tiko itu saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (22/9/2021).

Guna merealisasikan rencana tersebut, Kementerian BUMN masih menunggu regulasi pembentukan bullion bank yang akan dibuat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.