Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kompas.com - 26/09/2021, 19:48 WIB

Risfaheri pun memastikan kepada masyarakat terutama pelaku usaha ternak seluruh Indonesia, khususnya peternak unggas di Jawa, bahwa stok jagung sampai bulan Desember 2021 akan aman. 

Berdasarkan data monitoring stok yang dilakukan BKP Kementan pada minggu keempat September 2021, stok jagung di Jawa Timur sebanyak 766.087 ton, Jawa Tengah 412.250 ton, dan Jawa Barat 201.717 ton.

Baca juga: Saling Bantah Pejabat Kemendag Vs Kementan soal Stok Jagung

Ia mencontohkan, seperti pada UD Sumber Tani Kendal di Jawa tengah yang rata-rata saat ini mendapat pasokan jagung sebanyak 100 ton per hari.

Kondisi yang sama juga ditemukan di Jawa Timur dan Jawa Barat, rata-rata stok di tingkat pengepul bervariasi antara 15-50 ton dan stok di agen besar mencapai 200-400 ton dengan jumlah pasokan 10-30 ton per hari.

Memang terdapat penurunan jumlah stok jagung beberapa minggu lalu, sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan harga jagung.

Namun, seiring dengan adanya arahan Presiden Joko Widodo untuk menurunkan harga jagung, saat ini di Jawa Tengah turun menjadi sekitar Rp 5.250 per kilogram, serta Jawa Timur dan Jawa Barat menjadi sekitar Rp 5.000-Rp 5.40 per kilogram.

Kementan terus berupaya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga jagung bagi peternak ayam, baik itu melalui subsidi biaya transportasi pengiriman jagung dari wilayah produksi ke peternak mandiri, maupun melalui subsidi harga.

Baca juga: Mendag Pertanyakan Klaim Data Kementan soal Stok Jagung 2,3 Juta Ton

Sebelumnya, Kementan juga telah memberikan bantuan biaya pengangkutan jagung dari daerah produksi ke peternak di Blitar dan Kendal mencapai 1.400 ton agar jagung yang diterima peternak tetap lebih murah.

Saat ini Kementan memberikan pula bantuan subsidi harga untuk 1.000 ton Jagung, sehingga harga yang diterima peternak di Blitar, Kendal, dan Lampung Rp 4.500 kilogram sesuai harga acuan pemerintah (HAP).

"Jadi kami meyakini bahwa ketersediaan jagung cukup untuk memenuhi kebutuhan peternak kita," kata Risfaheri.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+