Anggaran Sektor Pariwisata Dipangkas untuk Penanganan Pandemi

Kompas.com - 27/09/2021, 13:37 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021). Dok. Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah tidak bermaksud mengurangi insentif atau anggaran untuk sektor pariwisata di kementerian/lembaga (K/L) terkait.

Bendahara Negara menyebut, anggaran hanya dialihkan untuk menangani kesehatan yang menyebabkan sektor pariwisata terpukul sangat dalam.

Dia meyakini, bila pandemi bisa ditangani dengan baik, sektor pariwisata akan kembali menggeliat.

Baca juga: Gairahkan Pariwisata, Pemerintah Masih Andalkan Wisatawan Domestik

"Tadi Pak Sandiaga menyampaikan anggaran harus dikurangi, tapi itu bukan karena saya ingin mengurangi anggaran untuk pariwisata, namun itu anggarannya digunakan untuk menangani yang menyebabkan sektor pariwisata terpukul sangat berat, yaitu pandemi Covid-19," kata Sri Mulyani dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Parekraf, Senin (27/9/2021).

Tercatat, pemerintah sudah empat kali melakukan refocusing anggaran kementerian/lembaga (K/L) untuk pandemi Covid-19.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyampaikan, salah satu refocusing terjadi saat varian delta menular di bulan Juni 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor kesehatan ditingkatkan menjadi sekitar Rp 220 triliun dari Rp 140 triliun.

Anggaran kesehatan ini menciptakan efek pengganda (multiplier effect) pada sektor lain termasuk pariwisata.

Baca juga: Targetkan Ekonomi Tumbuh 4,5 Persen, Pemerintah Gelontorkan Insentif Sektor Pariwisata

"Ini sebetulnya untuk apa? Ini sebenarnya untuk mendukung sektor pariwisata. Karena tidak mungkin masyarakat akan berwisata, melakukan kegiatan tourism, dan meningkatkan demand terhadap industri kreatif bila terancam Covid-19," ucap dia.

Sri Mulyani menjelaskan, anggaran Rp 220 triliun tersebut digunakan untuk pengadaan vaksinasi sebesar Rp 50 triliun. Pun digunakan untuk membayar perawatan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.