Kompas.com - 28/09/2021, 06:07 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Inalum (Persero) atau Mind ID menargetkan Inalum Operating akan melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada akhir 2022.

Saat ini perseroan sedang memproses pemisahan Mind ID sebagai Holding BUMN Pertambangan dan Inalum Operating sebagai anak usaha yang khusus mengurusi operasional aluminium.

Direktur Utama Mind ID Orias Petrus Moedak mengatakan, rencana IPO Inalum Operating memang sudah masuk ke dalam rencana aksi korporasi oleh pemegang saham yakni Kementerian BUMN. Maka perlu dilakukan lebih dulu pemisahan antara Mind Id dan Inalum Operating.

Baca juga: 80 Persen Penjualan Aluminium Inalum Tahun Ini Diarahkan ke Pasar Domestik

Menurut diaa,Menteri BUMN Erick Thohir telah bersurat ke Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk memohon pemisahan fungsi antara keduanya sehingga bisa diterbitkan payung hukum dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP).

"Kalau proses pemisahannya bisa terlaksana tahun ini atau awal tahun depan, diharapkan IPO (Inalum Operating) bisa terlaksana di akhir 2022. Setelah itu selesai, baru akan dibahas lebih lanjut persiapan untuk Mind ID (IPO)," ujar Orias dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (27/9/2021).

Sementara itu, Direktur Layanan Strategis Mind ID Ogi Prastomiyono menambahkan, dengan memisahkan diri, maka Mind ID akan fokus pada urusan strategis di dalam holding, termasuk potensi penciptaan pendanaan, sehingga tak tercampur dengan kegiatan operasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan Inalum Operating akan berfokus pada urusan operasional pertambangan aluminium, sehingga diharapkan bisa semakin meningkatkan pangsa pasar. Menurut Ogi, pemisahan ini merupakan rencana akhir dari holdingisasi BUMN pertambangan yang dilakukan pada 2017 lalu.

"Struktur strategic holding diharapkan dapat mencitptakan sinergi dan efisiensi yang lebih optimal dalam penyusunan strategi serta pelaksanaan fungsi-fungsi pada aspek legal, research and development, business development, corporate finance, self services dan lainnya," ungkapnya.

Baca juga: Soal Negosiasi dengan Tesla, Ini Kata Antam dan Inalum


Ia menjelaskan, setelah memisahkan diri, Mind ID secara holding akan tetap 100 persen dimiliki pemerintah.

Kemudian struktur akhir di bawah Mind ID akan ada kepemilikan saham PT Antam (Persero) Tbk 65 persen, PT Bukit Asam (Persero) Tbk 65,9 persen, PT Inalum (Persero) 100 persen, PT Timah Indonesia (Persero) Tbk 65 persen, dan PT Freeport Indonesia (PTFI) 51,2 persen.

"Mind ID juga nantinya bisa berkembang memiliki anak usaha lain yang saat ini dalam proses, seperti MIND ID Trading, IPMM (PT Indonesia Papua Metal Mineral), IBC (Indonesia Battery Corporation) kita punya 25 persen, dan PT Vale Indonesia 20 persen," jelas Ogi.

Baca juga: Jadi Komut Inalum, Berapa Gaji yang Didapat Doni Monardo?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.