HSBC Sediakan Pembiayaan ke Bio Farma 185 Juta Dollar AS untuk Impor Vaksin

Kompas.com - 28/09/2021, 19:55 WIB
Ilustrasi HSBC. SHUTTERSTOCK/Willy BartonIlustrasi HSBC.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank HSBC Indonesia memberikan pembiayaan hingga 185 juta dollar AS kepada Bio Farma untuk mengimpor vaksin Covid-19.

Peran HSBC Indonesia dalam pembiayaan tersebut dilaksanakan dalam tiga transaksi, yang meliputi pembiayaan sebesar 100 juta dollar AS yang diberikan kepada Bio Farma untuk mengimpor 50 juta dosis vaksin Oxford AstraZeneca pada Februari 2021.

HSBC juga menyediakan pembiayaan sebesar 35 juta dollar AS dan 50 juta dollar AS untuk mengimpor vaksin Sinovac dalam dua transaksi terpisah.

Baca juga: Agar Pertumbuhan Ekonomi Maksimal, Bank Dunia Sarankan RI Perbaiki Distribusi Vaksin

"HSBC dengan senang hati turut serta berkontribusi nyata dalam upaya pembiayaan ini, guna mendukung Pemerintah Indonesia dalam mempercepat distribusi vaksin secara signifikan dan membuka jalan menuju pemulihan ekonomi negara," kata Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Francois de Maricourt dalam keterangan di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Sementara itu Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, Indonesia membutuhkan vaksin COVID-19 dalam jumlah yang sangat besar menyesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.

"Bio Farma sudah melakukan beberapa kesepakatan B2B dan G2G untuk mendatangkan beberapa vaksin COVID-19 melalui COVAX Facility, dan hingga bulan September 2021 sebanyak 260 juta dosis vaksin COVID-19 telah mendarat di Indonesia. Khusus untuk Skema B to B ini, sudah dimulai sejak Desember 2020 yang lalu, dan akan berlanjut hingga akhir tahun 2021 mendatang untuk mendatangkan vaksin COVID-19 dari sejumlah produsen seperti dengan Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Novavax," ujar Honesti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SOM Bio Farma I.G.N Suharta Wijaya menambahkan, dana talangan dengan sistem tanpa agunan dari HSBC tersebut telah digunakan untuk membeli bulk vaccines COVID-19 dari Sinovac sebanyak lima juta dosis senilai 35 juta dolar AS, dan untuk uang muka pembelian CoronaVac dalam bentuk jadi senilai 50 juta dolar AS.

"Sisanya kami gunakan untuk pembayaran down payment vaksin COVID-19 dari AstraZeneca sebesar 100 juta dolar AS," kata Suharta.

Baca juga: Jamin Pasokan Aman, Bio Farma Produksi 186 Juta Vaksin hingga Akhir Tahun

Direktur Perbankan Komersial, PT Bank HSBC Indonesia Eri Budiono, menyampaikan, untuk mewujudkan transaksi penting tersebut, HSBC telah benar-benar memanfaatkan kekuatan jaringan internasional perseroan dan kemampuan transaksi kami untuk merancang solusi menyeluruh.

"Kami sangat terhormat dapat berperan dalam membantu Indonesia dalam usaha melawan pandemi COVID-19 dan berkontribusi dalam membangun bangsa yang kuat," ujar Eri.

Hingga saat ini, Indonesia telah memberikan lebih dari 100 juta dosis vaksin COVID-19, yang berarti lebih dari 39 persen dari 270 juta penduduk negara telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID-19.

Indonesia merupakan satu di antara tujuh negara di dunia yang telah mencapai angka vaksinasi tersebut dan pemerintah menargetkan untuk memvaksinasi sekitar 208 juta orang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.