Kompas.com - 28/09/2021, 21:16 WIB
Petugas kebersihan mengelap pintu tiket elektronik di Stasiun Palmerah, Jakarta, sebelum stasiun tersebut diresmikan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Senin (6/7). Stasiun Palmerah baru saja selesai direvitalisasi dengan biaya dari APBN sekitar Rp 36 miliar. KOMPAS/TOTOK WIJAYANTOPetugas kebersihan mengelap pintu tiket elektronik di Stasiun Palmerah, Jakarta, sebelum stasiun tersebut diresmikan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Senin (6/7). Stasiun Palmerah baru saja selesai direvitalisasi dengan biaya dari APBN sekitar Rp 36 miliar.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tepat pada 28 September 2021 memasuki usia ke-76 tahun. Seiring semakin menuanya perusahaan, tentu sudah banyak perubahan yang terjadi pada layanan kerata api di Indonesia.

Wajah lama kereta api yang memiliki banyak calo tiket, ramai dengan pedagang, hingga gerbong kereta yang penuh bahkan di atas atap gerbong, sudah tak nampak lagi. Kereta api kini memiliki wajah baru sebagai salah satu transportasi massal yang paling banyak digunakan.

Salah satu sosok yang menjadi kunci perubahan dari kereta api di Indonesia adalah Ignasius Jonan, yang menjabat sebagai Direktur Utama KAI sepanjang 2009 hingga 2014.

Baca juga: Memasuki Usia 76 Tahun, KAI Perkuat Transformasi Digital

Berbagai perubahan hasil peninggalan Jonan yang masih dirasakan hingga saat ini, diantaranya sterilisasi stasiun, penerapan pembelian tiket online, sistem boarding pass, peningkatan kebersihan, hingga penyediaan AC gerbong kereta di semua kelas penumpang.

Mengutip bincang-bincangnya bersama Pemimpin Redaksi Kompas.com, Wisnu Nugroho, pria kelahiran Singapura 58 tahun yang lalu itu, menceritakan pengalamannya saat ditawarkan hingga awal menjabat sebagai Direktur Utama KAI.

Ditelpon Sofyan Djalil

Pada 2009, Jonan yang saat itu tengah bekerja di Citibank mendapat telepon dari Menteri BUMN kala itu, Sofyan Djalil yang bercerita tentang kosongnya kursi kepemimpinan di KAI. Ia pun awalnya ingin mencarikan sosok yang tepat untuk mengisi posisi tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya bilang, gini deh kalau Kereta Api saya carikan orang ya pak. 'Enggak Anda sendiri' (jawab Sofyan). Bukan hanya kaget, jantung hampir berhenti," kata Jonan dikutip dari bincang-bincang bertajuk BEGINU di kanal youtube Kompas.com dikutip Selasa (28/9/2021).

Jonan mengaku kaget, sebab ia merupakan seorang bankir yang sama sekali tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait kereta api. Namun, pada akhirnya ia tetap menerima tawaran tersebut.

Minimnya pengalaman yang dimiliki tentang perkeretaapian, Jonan mengaku kesulitan pada awal masa kepemimpinannya. Ia bahkan sempat hampir menyerah setelah 3 bulan menjabat, meski akhirnya tetap bertahan hingga akhir masa jabatan.

"Pak Sofyan bilang, terus aja Pak Jonan, Nanti kalau gagal saya yang tanggung jawab," ucapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.