Sri Mulyani: Pemerintah Siapkan Dana Abadi Pendidikan Rp 81,7 Triliun

Kompas.com - 29/09/2021, 19:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021). Dok. Kementerian KeuanganMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI membahas RUU HKPD, Senin (13/9/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan dana abadi pendidikan sebesar Rp 81,7 triliun.

Dana tersebut untuk mengembangkan generasi muda masa kini dan masa depan, termasuk untuk memberikan pendidikan yang layak kepada genarasi tersebut.

"Saat ini ada Rp 81,7 triliun (dana abadi pendidikan) atau bahkan (jika) ditambah penelitian abadi kebudayaan totalnya anggarannya mencapai Rp 90 triliun," ucap Sri Mulyani dalam acara Pembekalan Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia atau BPI LPDP di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: AS Terancam Sulit Bayar Utang Rp 400.000 Triliun, Sri Mulyani Ikut Waswas

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, pemerintah sejatinya sudah menetapkan anggaran pendidikan harus berkisar 20 persen dari belanja negara.

Jika belanja negara tahun 2021 mencapai Rp 2.700 triliun, maka belanja untuk bidang pendidikan sendiri mencapai Rp 500 triliun.

Sri Mulyani menyebut, penerima beasiswa LPDP adalah sekelompok kecil pihak yang menikmati dana pendidikan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalian adalah sekelompok kecil penikmat anggaran pendidikan. Anda adalah penikmat dana abadi pendidikan. Karena kita enggak ingin anggaran pendidikan (hanya) untuk generasi saat ini, maka kita memupuk dan mengelola," beber dia.

Sri Mulyani menjelaskan, anggaran yang dinikmati penerima beasiswa LPDP seluruhnya berasal dari APBN.

Baca juga: Sri Mulyani Janji Bakal Kendalikan Lonjakan Utang Pemerintah

Anggaran dalam APBN dikumpulkan pemerintah melalui pajak, bea cukai, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), royalti, dan penerimaan lainnya.

Dengan demikian, penikmat anggaran pendidikan ini secara tidak langsung berutang kepada negara.

Sri Mulyani bilang, utang tersebut tidak selamanya harus dibayar dengan uang lagi, namun dengan prestasi yang membanggakan.

"Utang enggak selalu dibayar dengan uang, utang dibayar prestasi, reputasi, dan bahkan nanti kontribusi terhadap Republik Indonesia hingga Anda menjadi warga negara yang menjadi aset bangsa," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.