Sri Mulyani kepada Penerima Beasiswa LPDP: Anda Berutang kepada Negara...

Kompas.com - 30/09/2021, 07:34 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (5/3/2020). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Kamis (5/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerima beasiswa LPDP berutang kepada negara. Sebab, penerima beasiswa ini menjadi kelompok elit yang menikmati dana APBN yang masuk dalam dana abadi pendidikan.

Karena berutang, bendahara negara ini meminta penerima beasiswa membalasnya dengan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah global. Begitu pun memiliki tanggung jawab moral membangun negeri.

"Anda adalah penikmat anggaran belanja negara. Oleh karena itu, Anda berutang dengan negara kita. Utang enggak selalu dibaayar dengan uang, utang dibayar prestasi, reputasi, dan bahkan nanti kontribusinya terhadap republik indonesia," kata Sri Mulyani dalam acara Pembekalan Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia atau BPI LPDP di Jakarta, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: Sri Mulyani: Pemerintah Siapkan Dana Abadi Pendidikan Rp 81,7 Triliun

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan, penerima beasiswa LPDP memegang estafet tanggung jawab untuk terus memperjuangkan cita-cita bangsa saat merdeka baik suka maupun tidak suka.

Cita-cita tersebut tercantum dalam pembukaan UUD 1945, yakni menjadi negara yang berdaulat, adil dan makmur. Bahkan turut menjaga ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Coba bayangkan Anda punya paspor, punya KTP bahwa saya adalah warga negara Indonesia. Sebuah negara yang diperjuangkan dengan enggak mudah, dengan cita-cita kecil, dan cita-cita luar biasa. Maka saya sampaikan, suka enggak suka, kalian akan memegang estafet tanggung jawab," ucap dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lebih lanjut dia meminta, penerima beasiswa LPDP turut membantu Indonesia menjawab berbagai tantangan, termasuk membuat Indonesia naik kelas menjadi negara berpendapatan kelas menengah atas (upper middle income).

Asal tahu saja, posisi Indonesia dari upper middle income kembali turun menjadi lower middle income karena pandemi Covid-19.

Saat ini bahkan pemerintah berupaya membebaskan Indonesia dari jebakan pendapatan kelas menengah (middle income trap).

"Artinya masih ada PR yang perlu dikejar menjadi negara advance. Banyak negara yang enggak bisa naik dari middle income ke higher income . Anda sebagai penerima privilage, the top of the top, tugas ini di pundak Anda," pungkas Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani Janji Bakal Kendalikan Lonjakan Utang Pemerintah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.