Untar untuk Indonesia
Akademisi

Platform akademisi Universitas Tarumanagara guna menyebarluaskan atau diseminasi hasil riset terkini kepada khalayak luas untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

Resep "Sederhana" Bisnis Sukses dan Berkelanjutan

Kompas.com - 30/09/2021, 12:40 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi

Bisa jadi pernah ada yang mencipta dan menawarkan, tetapi karena sejumlah kendala, belum memperoleh momentum yang tepat. Atau jangan-jangan secara bisnis tidak menguntungkan karena biaya produksi yang terlalu mahal dan rantai pasokan yang belum siap.

Baca juga: Simak, 3 Tips Sukses Bisnis Sampingan di Masa Pandemi

Jebakan

Rumusan sederhana tapi tidak mudah juga ketika problem pelanggan harus diidentifikasi. Banyak bisnis yang baru dirintis (start-up business) terjebak dengan resep sederhana ini.

Mereka menganggap ketidaknyaman pelanggan adalah masalah utama yang harus diberikan solusi dengan segera. Ketidaknyamanan yang dimaksud seperti: desain ruangan yang sudah lama, suhu penyejuk ruang yang kurang dingin, kemasan kurang modern, tampilan kurang menarik, variasi produk kurang banyak dan sebagainya.

Secara pengertian tidak salah jika ketidaknyamanan pelanggan adalah masalah yang harus diberikan solusi, tetapi mungkin itu bukan yang utama. Terlalu mudah untuk ditiru sehingga tidak menjadi competitive advantage. Mesti digali lagi hal yang lebih utama dan mengganggu.

Hal yang dapat dilakukan agar dapat mengidentifikasi problem pelanggan adalah dengan menerapkan design thinking versi Stanford University yang meliputi lima langkah.

Pertama, empati. Berempati dengan pelanggan melalui observasi dan mengalami langsung, seperti yang dialami pelanggan. Jika menggunakan versi Indonesia, wirausaha perlu melakukan "blusukan", mengalami sendiri dan tidak cukup hanya mengamati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua, definisikan. Setelah melihat langsung dan mengalami sendiri, semestinya masalah yang ada dapat diidentifikasi dengan tepat.

Ketiga, kembangkan ide. Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi, ide-ide bisnis untuk solusi dapat dikembangkan.

Keempat, buat prototipe. Ide yang muncul, divalidasi dan dikembangkan, lalu dibuat konsep hingga disusun purwarupa (prototipe).

Kelima, percobaan. Produk purwarupa diujicoba dan pelanggan diberi kesempatan untuk menggunakan sehingga akan banyak diterima umpan balik dari pelanggan. Perbaikan terus dilakukan hingga ditemukan solusi yang paling sesuai.

Baca juga: Rahasia ID Photobook, Sukses Bisnis Cetak Foto di Tengah Disrupsi Digital

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.