Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem Hilang pada 2024

Kompas.com - 30/09/2021, 14:17 WIB
Warga beraktivitas di pemukiman padat penduduk di bantaran Sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Minggu (28/7/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga beraktivitas di pemukiman padat penduduk di bantaran Sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Minggu (28/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem di Indonesia akan hilang, atau menjadi 0 persen pada 2024.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan 4 persen dari populasi penduduk Indonesia, atau sekitar 10 juta penduduk masuk dalam kategori miskin ekstrem.

Hal itu ia sampaikan saat memimpin rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (29/9/2021).

"Pemerintah menargetkan miskin ekstrem dapat mencapai nol persen di akhir 2024. Karena itu kita sekarang sedang menyelesaikan ini," ujarnya seperti dikutip Kompas.com dari laman Sekretariat Kabinet (Setkab), Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Membandingkan Utang Pemerintah era SBY dan Jokowi, Siapa Paling Besar?

Lebih lanjut Wapres menyebutkan, saat ini terdapat 7 provinsi yang menjadi prioritas pemerintah di dalam melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem. Propinsi tersebut yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Ma'ruf mengatakan, persoalan penanganan kemiskinan bukan lantaran pemerintah kekurangan anggaran. Sebab kata dia, anggaran untuk program tersebut sudah cukup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau untuk anggaran sebenarnya sudah cukup, tinggal kita upayakan supaya tepat sasaran, supaya data sinkron tentang siapa yang harus menerima," tuturnya.

Wapres meminta sinkronisasi data pemerintah pusat dan daerah agar penanggulangan kemiskinan bisa lebih cepat dan penyaluran bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran.

Dalam kesempatan rapat itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengusulkan adanya apresiasi bagi daerah yang berhasil menuntaskan jumlah kemiskinan ekstrem.

“Kami mengusulkan untuk diberikan reward, selain mungkin mengajukan dana insentif daerah yang biasanya memang diberikan kepada daerah yang berprestasi itu disiapkan oleh Kementerian Keuangan. Mudah-mudahan ini bisa mengangkat derajat, harkat, dan martabat masyarakat, khususnya yang kurang lebih 480.000 di Jawa Barat,” ujar Tito.

Baca juga: Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem di 7 Provinsi Hilang Akhir 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.