Apakah 57 Eks Pegawai KPK Harus Ikut TWK Lagi untuk Direkrut Polri? Ini Jawaban Menteri PAN-RB

Kompas.com - 01/10/2021, 06:14 WIB
Sejumlah mantan pegawai KPK melalukan foto bersama usai resmi diberhentikan pada Kamis (30/9/2021). Mereka melakukan akai perpisahan setelah diberhentikan akibat dinyatakan tidak lolos TWK. KOMPAS.com / IRFAN KAMILSejumlah mantan pegawai KPK melalukan foto bersama usai resmi diberhentikan pada Kamis (30/9/2021). Mereka melakukan akai perpisahan setelah diberhentikan akibat dinyatakan tidak lolos TWK.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana perekrutan 57 mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Bareskrim Polri mendapat respons dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo.

Tjahjo mengatakan, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo telah menemui dan berkomunikasi kepadanya usai mendapatkan restu dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait perekrutan tersebut.

"Dengan Presiden sudah membalas surat Kapolri dan mengizinkan langkah Kapolri, saya Menteri PAN-RB sebagai pembantu Presiden pada posisi harus mendukung dan mengamankan surat balasan Presiden kepada Kapolri," ujar Tjahjo lewat pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Pegawai KPK Beralih Jadi ASN, Menpan-RB: Gajinya Bisa Naik

Ketika ditanya apakah 57 eks pegawai dari lembaga antirasuah ini akan kembali menjalani tes wawasan kebangsaan (TWK) lagi sesuai prosedur perekrutan aparatur sipil negara (ASN) mengingat status kepolisian yang juga merupakan ASN, ia masih menunggu prosedur dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kapolri secara teknis.

"Intinya, Kapolri sudah benar telah menemui saya mengenai rencana perekrutan tersebut. Secara teknis, kita tunggu langkah-langkah Kapolri yang harus kita apresiasi," kata dia.

Dari pemberitaan sebelumnya, Kapolri Listyo berencana menempatkan 57 eks pegawai KPK yang tak lolos tes TWK tersebut ke Bareskrim untuk menangani kasus tindak pidana korupsi (tipikor).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka dinilai memiliki rekam jejak dan pengalaman memadai untuk bertugas di Polri.

"Kami melihat terkait rekam jejak dan pengalaman dalam penanganan tipikor tentu sangat bermanfaat untuk memperkuat jajaran organisasi Polri yang saat ini kami kembangkan," kata Listyo, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Kisi-kisi SKD CPNS 2021: Materi Soal Ujian TWK, TKP, dan TIU

Terlebih lagi, Kapolri telah mendapat sinyal positif dari Presiden yang telah menyetujui rencana tersebut.

"Tanggal 27 (September) kami mendapatkan jawaban dari Bapak Presiden melalui Mensesneg secara tertulis, pada prinsipnya beliau setuju 56 orang pegawai KPK tersebut untuk menjadi ASN Polri," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.