Kasus Penipuan Masuk CPNS Kembali Muncul, Ini Pesan Menpan-RB

Kompas.com - 01/10/2021, 14:22 WIB
Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reforrmasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reforrmasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus dugaan penipuan masuk calon pegawai negeri sipil (CPNS) kembali muncul. Bahkan, kali ini anak penyanyi Nia Daniati, Olivia Nathania, terseret dalam dugaan kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, para calo memang kerap muncul saat seleksi CPNS dibuka.

Oleh karena itu kata dia, Kementerian PAN-RB selalu berpesan agar para peserta maupun orangtua peserta CPNS tidak tergiur dengan iming-iming yang ditawarkan para calo tersebut.

"Kementerian PAN-RB serta BKN rutin menginfokan, jangan percaya calo yang menawarkan kemudahan-kemudahan karena proses ujian CPNS terbuka dan transparan," ujarnya melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jakarta, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Menpan-RB: Jangan Percaya Janji Manis Calo CPNS

Tjahjo mengungkapkan bahwa Polda Metro Jaya sudah membongkar jaringan calo CPNS pada tahun lalu. Saat ini kata dia, para calo tersebut sudah diproses hukum.

Namun, dugaan kasus penipuan CPNS kembali terjadi pada CPNS 2021. Pemerintah kembali meminta peserta dan keluraga peserta CPNS hati-hati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami selalu mengingatkan kepada keluarga CPNS dan CPNS khususnya agar tidak tergiur dengan tawaran yang dijanjikan calo," kata dia.

Sebelumnya, salah satu orang yang mengaku korban penipuan CPNS, Karnu, melaporkan Olivia Nathania dan suaminya, Rafly Noviyanto Tilaar, ke Polda Metro Jaya pada 23 September 2021.

Laporan itu terkait penggelapan, penipuan, dan pemalsuan surat CPNS. Olivia sendiri merupakan anak penyanyi Nia Daniati.

Sementara itu, korban dari kasus tersebut disebut telah mencapai 225 orang dengan kerugian ditaksir Rp 9,7 miliar.

Baca juga: Mengenal Pangkat Golongan PNS, dari CPNS sampai Pensiun

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.