September 2021, BPS Catat Nilai Tukar Petani dan Harga Gabah Naik

Kompas.com - 01/10/2021, 14:36 WIB
Ilustrasi petani SHUTTERSTOCK.com/FENLIOQIlustrasi petani

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) secara nasional pada September 2021 naik 0,96 persen dibandingkan Agustus 2021. Indeks NTP mengalami peningkatan menjadi 105,68 dari bulan sebelumnya yang sebesar 104,68.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Adapun semakin tinggi NTP, maka secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

Kepala BPS Margo Yuwono menjelaskan, kenaikan NTP itu dikarenakan naiknya indeks harga hasil produksi pertanian pada September 2021, sementara indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga petani maupun untuk keperluan produksi pertanian, mengalami penurunan.

Baca juga: Kasus Penipuan Masuk CPNS Kembali Muncul, Ini Pesan Menpan-RB

"Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga di perdesaan di 34 provinsi di Indonesia pada September 2021, NTP secara nasional naik 0,96 persen dibandingkan NTP Agustus 2021," ujarnya dalma konferensi pers virtual, Jumat (1/10/2021).

Ia mengatakan, peningkatan NTP dipengaruhi oleh tiga subsektor, yakni subsektor tanaman pangan yang naik 1,14 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 2,12 persen, dan subsektor perikanan naik 0,40 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebaliknya, subsektor tanaman hortikultura justru mengalami penurunan sebesar 1,35 persen dan subsektor peternakan turun sebesar 0,49 persen.

Sejalan dengan naiknya NTP, BPS juga mencatat sepanjang September 2021 harga gabah mengalami kenaikan, baik di tingkat petani maupun di penggilingan. Begitu pula pada harga beras yang cenderung meningkat.

Harga gabah kering panen (GKP) ditingkat petani mengalami kenaikan sebesar 2,25 persen menjadi Rp 4.548 per kilogram, sedangkan di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.649 per kilogram atau naik 2,28 persen.

Baca juga: Dilema Impor Jagung: Peternak Senang, Petani Meradang

Sementara itu, harga gabah kering giling (GKG) di tingkat petani tecatat naik 0,19 persen menjadi sebesar Rp 5.048 per kilogram, sedangkan di tingkat penggilingan sebesar Rp 5.164 per kilogram atau naik 0,32 persen.

Di sisi lain, harga beras kualitas medium di tingkat penggilingan turut meningkat 0,52 persen menjadi sebesar Rp 8.962 per kilogram. Namun beras kualitas premium mengalami penurunan harga 0,46 persen menjadi sebesar Rp 9.456 per kilogram.

"Jadi untuk gabah petani atau GKP pada September 2021 ini, harganya naik 2,25 persen dibandingkan Agustus 2021. Sementara Agustus terhadap Juli 2021 itu naik 3,19 persen. Jadi September ini kenaikannya lebih rendah dari kenaikan bulan lalu," jelas Margo.

Untuk diketahui, survei harga produsen gabah selama September 2021 dilakukan terhadap 1.734 observasi transaksi penjualan gabah di 29 provinsi. Sementara survei harga produsen beras dilakukan terhadap 1.155 observasi beras di penggilingan pada 886 perusahaan di 31 provinsi.

Baca juga: Tarif PPh Badan Batal Turun Jadi 20 Persen? Ini Kata Kemenkeu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.