Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
E-COMMERCE

Kampus UMKM Shopee Ekspor Siap Bawa UMKM Indonesia ke Pasar Global

Kompas.com - 01/10/2021, 15:39 WIB
Hisnudita Hagiworo,
Sheila Respati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Berubahnya kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari membuat bisnis online meningkat belakangan ini.

Para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) yang beralih ke ranah online menjadi salah satu pihak yang diuntungkan. Pasalnya, mereka lebih mudah menjangkau pelanggan tanpa batasan waktu dan lokasi. 

Melihat fenomena tersebut dan mendprong lebih banyak pelaku UMKM bertransformasi digital, Shopee sebagai e-commerce  mewujudkan komitmennya dengan membuka Kampus UMKM Shopee di Semarang serta Kampus UMKM Shopee Ekspor di Solo dan Bandung.

Baca juga: Wujudkan 10.000 Eksportir Asal Surakarta, Shopee dan Gibran Rakabuming Resmikan Kampus UMKM Shopee Ekspor

Dengan hadirnya kampus tersebut, diharapkan dapat menjadi one stop solution bagi UMKM lokal untuk memulai digitalisasi usaha. Selain itu, UMKM juga dapat mengembangkan usaha ke pasar ekspor melalui pelatihan, pendampingan, dan fasilitas penunjang yang tersedia di kampus tersebut.

Dalam Virtual Tour Kampus UMKM Shopee Ekspor, Rabu (29/9/2021), Head of Public Affairs Shopee Indonesia Radynal Nataprawira menjelaskan bahwa Shopee secara serius menyiapkan kedua kampus tersebut untuk membuat UMKM naik kelas.

“Potensi teman-teman UMKM ini perlu ditingkatkan melalui bimbingan dan pendampingan agar mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin sering berbelanja secara online,” ujar Radynal dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (1/10/2021).

Tak hanya itu, lanju Radynal, pihaknya juga mempersiapkan program bagi UMKM untuk ikut mengekspor produknya ke luar negeri lewat Program Ekspor Shopee.

“Kami telah mendesain dengan baik (program Ekspor Shopee) agar UMKM lokal mampu mengekspor semudah mengirimkan produk di dalam negeri,” katanya.

Baca juga: Cerita Inspiratif UMKM Asal Jepara Sukses Ekspor Produk Lokal lewat Program Ekspor Shopee

Lebih lanjut, Radynal mengatakan, ada empat hal yang difokuskan Kampus UMKM Shopee Ekspor untuk UMKM lokal, yaitu bantuan operasional dan pendaftaran, pelatihan dan edukasi, fasilitas penunjang pemasaran, serta ruang pertemuan dan pelatihan.

Kampus UMKM Shopee Ekspor akan memberikan bantuan operasional dan pendaftaran berupa Simulasi Gudang dan Pusat Ekspor. Pada Simulasi Gudang, para pelaku UMKM dapat melihat proses inbound dan outbound untuk memahami proses pengelolaan stok yang baik.

Mereka akan melihat demontrasi aktivitas tersebut, mulai dari pencatatan stok ke dalam sistem, mencetak dan menempelkan barcode, cara penyimpanan yang rapi, menimbang barang yang akan dikirim, hingga proses pengemasan barang.

Pada Pusat Ekspor, pelaku UMKM bisa mendapatkan informasi serta prosedur yang harus dipersiapkan untuk berpartisipasi dalam Program Ekspor Shopee. Ada juga berbagai produk ekspor dari Solo yang diharapkan memberikan inspirasi bagi pelaku UMKM yang ini juga merambah ke pasar global.

Dalam kampus tersebut, tersedia Pusat Edukasi yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk mengetahui berbagai informasi, seperti cara mulai berjualan di Shopee. Mereka juga dapat memilih jadwal pelatihan, mulai dari modul dasar, menengah, hingga lanjutan.

Baca juga: Program Ekspor Shopee Mudahkan UMKM Solo Jualan Produk ke Luar Negeri

Para pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan fasilitas penunjang pemasaran yang tersedia di Kampus UMKM Shopee Ekspor. Bagi pelaku UMKM yang ingin mengambil foto produk dengan kualitas yang baik dapat menggunakan studio foto yang tersedia.

Selain itu, tersedia live streaming room yang bisa digunakan pelaku UMKM untuk memasarkan produknya melalui fitur Shopee Live. Spot tersebut dilengkapi dengan perlatan yang mendukung kegiatan live streaming, seperti background, tripod, lampu (ring light), bangku, dan meja.

Pusat Edukasi di Kampus UMKM Shopee Ekspor Bandung.Dok. Shopee Indonesia Pusat Edukasi di Kampus UMKM Shopee Ekspor Bandung.

Di Kampus UMKM Shopee Ekspor juga tersedia 4 ruang pertemuan yang dapat digunakan untuk pertemuan one on one antara pelaku UMKM dengan trainer Shopee.

Sebagai informasi, trainer Shopee akan memberikan penjelasan terkait insight bisnis yang bisa membantu pelaku UMKM meningkatkan performa bisnisnya.

Terdapat juga ruangan training di kampus tersebut yang dapat digunakan untuk pelatihan dengan peserta lebih banyak.

Salah satu penjual Shopee yang telah merasakan manfaat Kampus UMKM Shopee Ekspor adalah Krisyadi Sutiawan. Pemilik Lian Store Indonesia tersebut mengungkapkan bahwa dengan mengikuti program Kampus Ekspor Shopee adalah langkah yang tepat.

Baca juga: UMKM Mau Ikut Program Ekspor Shopee? Simak Caranya

“Saya merasa kelas-kelas yang saya ikuti dan fasilitas yang disediakan tepat guna. Edukasi yang diberikan mencakup informasi penting terkait pengembangan bisnis kami, bahkan membuat kami mampu sampai menjual produk keluar negeri,” ujar Krisyadi.

Sebagai informasi, untuk dapat mengikuti program yang ada di Kampus UMKM Shopee dan Kampus UMKM Shopee Ekspor, pelaku UMKM lokal dapat mendaftarkan diri secara online dan gratis.

Radynal pun berharap, kampus tersebut dapat menjadi trigger bagi UMKM lokal untuk dapat mengembangkan usaha melalui platform digital dengan mudah. Produknya pun bisa masuk ke pasar global.

“Semoga dengan dengan seluruh fasilitas yang Shopee hadirkan, target mencapai 500.000 eksportir baru dari Indonesia di tahun 2030 dapat terwujud,” ujarnya.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
KAI Services Buka Lowongan Kerja hingga 25 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

KAI Services Buka Lowongan Kerja hingga 25 Mei 2024, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Anggaran Pendidikan di APBN Pertama Prabowo Capai Rp 741,7 Triliun, Ada Program Perbaikan Gizi Anak Sekolah

Whats New
Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada 'Pertek' Tak Ada Keluhan yang Masuk

Bantah Menkeu soal Penumpukan Kontainer, Kemenperin: Sejak Ada "Pertek" Tak Ada Keluhan yang Masuk

Whats New
Tidak Ada 'Black Box', KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Tidak Ada "Black Box", KNKT Investigasi Badan Pesawat yang Jatuh di BSD

Whats New
Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Investasi Rp 10 Miliar, Emiten Perhotelan KDTN Siap Ekspansi Bisnis Hotel Rest Area

Whats New
Gandeng Binawan, RSUP dr Kariadi Tingkatkan Keterampilan Kerja Tenaga Kesehatan

Gandeng Binawan, RSUP dr Kariadi Tingkatkan Keterampilan Kerja Tenaga Kesehatan

Whats New
Stok Beras Pemerintah Capai 1,85 Juta Ton

Stok Beras Pemerintah Capai 1,85 Juta Ton

Whats New
Luncurkan Starlink di Indonesia, Elon Musk Sebut Ada Kemungkinan Investasi Lainnya

Luncurkan Starlink di Indonesia, Elon Musk Sebut Ada Kemungkinan Investasi Lainnya

Whats New
Lahan Kering di RI Besar, Berpotensi Jadi Hutan Tanaman Energi Penghasil Biomassa

Lahan Kering di RI Besar, Berpotensi Jadi Hutan Tanaman Energi Penghasil Biomassa

Whats New
Riset IOH dan Twimbit Soroti Potensi Pertumbuhan Ekonomi RI Lewat Teknologi AI

Riset IOH dan Twimbit Soroti Potensi Pertumbuhan Ekonomi RI Lewat Teknologi AI

Whats New
Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Cara Cek Penerima Bansos 2024 di DTKS Kemensos

Whats New
IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

IHSG Melemah 50,5 Poin, Rupiah Turun ke Level Rp 15.978

Whats New
Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Dari Hulu ke Hilir, Begini Upaya HM Sampoerna Kembangkan SDM di Indonesia

Whats New
Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Disebut Jadi Penyebab Kontainer Tertahan di Pelabuhan, Ini Penjelasan Kemenperin

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com