Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Batu Bara Melonjak, Pasokan Bahan Bakar ke PLTU PLN Anjlok

Kompas.com - 01/10/2021, 15:52 WIB
Rully R. Ramli,
Yoga Sukmana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) menyatakan pasokan batu bara untuk kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik uap (PLTU) menurun seiring dengan tren kenaikan harga komoditas tersebut.

Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, pada saat harga batu bara internasional sangat murah, semua pemilik tambang ingin memasok ke PLN.

Sementara itu, ketika harga batu bara merangkak naik, kondisi sebaliknya terjadi sehingga pasokan untuk PLN semakin berkurang.

"Ketika harga batu bara naik jadi 80 dollar AS, pasokan ke PLN menurun drastis, bahkan carry over sampai sekarang,” kata Darmawan dalam keterangannya, Jumat (1/10/2021).

Baca juga: Terus Melesat, Harga Batu Bara Tembus 150 Dollar AS Per Ton

Merespons hal tersebut, PLN mengambil sejumlah langkah untuk memastikan ketersediaan pasokan batu bara sebagai kebutuhan operasional PLTU.

Langkah pertama, perusahaan pelat merah itu mendorong skema kontrak jangka panjang dengan penambang.

“Hal ini menjadi strategi jitu untuk mengamankan pasokan batu bara bagi pembangkit milik perseroan,” ujar Darmawan.

Selain itu, PLN juga mengusulkan skema kerja sama yang menekankan perlunya pemenuhan kebutuhan domestik selain mendukung ekspor.

Baca juga: Cara Cek Status Permohonan PLN Lewat Secara Online

Pasalnya lanjut Darmawan, PLN sempat masuk dalam kondisi kritis akibat ketidakpastian pasokan. Namun berkat dukungan banyak pihak, situasi dapat terkendali.

“Atas dasar itu pula, PLN memilih untuk melakukan kontrak jangka panjang langsung dengan penambang,” katanya.

Selain itu, PLN juga melakukan digitalisasi pengelolaan batu bara untuk memastikan rantai pasok batu bara dapat terjaga dengan baik.

“PLN membangun sistem manajemen terpusat dan berbasis digital mulai dari perencanaan, transportasi, operasi, hingga evaluasi penggunaan batu bara,” ucap Darmawan.

Baca juga: Siap-siap, Pemerintah Bakal Salurkan Subsidi Elpiji 3 Kg Berbasis Orang

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Pengamat Sebut Ekonomi Indonesia Terdampak Tren Pelemahan Permintaan Global

Whats New
Pelindo Layani Pelayaran Perdana Resort World Cruises, Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Salah Satu Homeportnya

Pelindo Layani Pelayaran Perdana Resort World Cruises, Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Salah Satu Homeportnya

Whats New
Dollar AS Terus Tekan Rupiah, Ini Penyebabnya Menurut Ekonom

Dollar AS Terus Tekan Rupiah, Ini Penyebabnya Menurut Ekonom

Whats New
Pupuk Organik Bersubsidi Akan Disalurkan Agustus 2024

Pupuk Organik Bersubsidi Akan Disalurkan Agustus 2024

Whats New
Idul Adha, Prudential Syariah Salurkan Hewan Kurban Senilai Lebih dari Rp 127 Juta

Idul Adha, Prudential Syariah Salurkan Hewan Kurban Senilai Lebih dari Rp 127 Juta

Whats New
ESDM: Kelanjutan Harga Gas Murah untuk Industri Masih Tunggu Jokowi

ESDM: Kelanjutan Harga Gas Murah untuk Industri Masih Tunggu Jokowi

Whats New
Gara-gara Infrastruktur Pipa Belum Tersambung, Jabar Kekurangan Pasokan Gas saat Jatim Kelebihan

Gara-gara Infrastruktur Pipa Belum Tersambung, Jabar Kekurangan Pasokan Gas saat Jatim Kelebihan

Whats New
Pemerintah Sudah Mulai Bayar Utang Rafaksi Minyak Goreng ke Produsen

Pemerintah Sudah Mulai Bayar Utang Rafaksi Minyak Goreng ke Produsen

Whats New
Ini Alasan Penyaluran Pupuk Subsidi Masih Kecil Menurut Pupuk Indonesia

Ini Alasan Penyaluran Pupuk Subsidi Masih Kecil Menurut Pupuk Indonesia

Whats New
IHSG Ambles 6,4 Persen dalam Sebulan, Investor Harus Bagaimana?

IHSG Ambles 6,4 Persen dalam Sebulan, Investor Harus Bagaimana?

Earn Smart
Pembangunan Stasiun Baru Tanah Abang Rampung September 2024

Pembangunan Stasiun Baru Tanah Abang Rampung September 2024

Whats New
Hasil Tambang Dorong Peningkatan Nilai Ekspor Indonesia

Hasil Tambang Dorong Peningkatan Nilai Ekspor Indonesia

Whats New
Beberapa Catatan untuk Kebijakan Bantuan Pangan Beras

Beberapa Catatan untuk Kebijakan Bantuan Pangan Beras

Whats New
Per Juni 2024, Penyaluran Pupuk Subsidi Masih Kecil

Per Juni 2024, Penyaluran Pupuk Subsidi Masih Kecil

Whats New
Mana Lebih Cuan, Reksa Dana Pasar Uang atau Deposito?

Mana Lebih Cuan, Reksa Dana Pasar Uang atau Deposito?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com