Kompas.com - 04/10/2021, 12:00 WIB
Logo BNI. Shutterstock/RafapressLogo BNI.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI telah menerbitkan Additional Tier-1 Capital Bond Tahun 2021 (AT-1 Bond) sebesar 600 juta dollar AS, atau sekitar Rp 8,6 triliun (dengan asumsi nilai tukar Rp 14.299 per dollar AS).

Surat berharga yang dilepas dengan suku bunga 4,3 persen per tahun ini merujuk pada ketentuan Regulation S (”Reg S”), berdasarkan US Securities Act, dan didaftarkan di Singapore Stock Exchange.

Instrumen yang biasa disebut dengan AT-1 Bond itu merupakan surat utang yang memiliki karakteristik modal, bersifat subordinasi, tidak memiliki jangka waktu, dan pembayaran imbal hasil tidak dapat diakumulasikan.

Meskipun secara global instrumen utang itu telah banyak digunakan, namun BNI menjadi bank pertama di Indonesia yang menerbitkan instrumen permodalan Additional Tier 1 ini.

Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini mengatakan, aksi korporasi itu merupakan langkah perseroan untuk memanfaatkan peluang yang masih sangat terbuka dan melakukan ekspansi bisnis.

Baca juga: Mau Beli ORI020? Hubungi 27 Mitra Distribusinya

Penguatan modal ini juga dimaksudkan untuk menambah bantalan dalam memitigasi risiko usaha yang mungkin timbul di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid – 19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Kami melihat peluang pengembangan sangat terbuka, sementara modal masih terbatas. Oleh karena itu, kami melakukan penguatan modal,” ujar Novita dalam siaran pers, Senin (4/10/2021).

Aksi korporasi itu juga telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selama proses penawaran awal, BNI menerima kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga melebihi 1,8 miliar dollar AS, dari rencana penerbitan 600 juta dollar AS.

Dana hasil penerbitan Additional Tier-1 Capital Bond Tahun 2021 ini digunakan untuk keperluan penguatan modal, meningkatkan pembiayaan, pendanaan umum perseroan, dan memperkuat komposisi struktur dana jangka panjang.

”Dalam kondisi normal, pemenuhan modal seperti ini hanya dapat dipenuhi pada tahun 2025. Kami akan menjadi bank pertama di Indonesia yang melakukannya,” ucap Novita.

Baca juga: Begini Cara Membeli ORI020

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.