Kompas.com - 05/10/2021, 09:40 WIB
Ilustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak pada zona hijau di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (5/10/2021). Berbeda dengan mata uang garuda yang melemah pada perdagangan pasar spot.

Melansir data RTI, pukul 09.10 WIB, IHSG berada pada level 6.344,52 atau naik 1,83 poin (0,03 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 6.342,68.

Sebanyak 207 saham melaju di zona hijau dan 175 saham di zona merah. Sedangkan 9 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 2,01 triliun dengan volume 4,02 miliar saham.

Baca juga: Akankah IHSG Lanjutkan Kenaikan? Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Pagi ini bursa saham asia merah dengan penurunan Nikkei 3,08 persen, Hang Seng Hong Kong 0,85 persen, dan Strait Times 1,24 persen.

Wall Street pagi ini ditutup negatif dengan penurunan indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) 0,94 persen, indeks S&P 500 sebesar 1,3 persen, dan indeks acuan saham teknologi AS, Nasdaq 2,14 persen.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, IHSG berpeluang menguat hari ini karena mendapat katalis positif dari net buy investor asing. Penguatan diprediksi akan mendekati level 6.400.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Hari ini, penguatan akan berlanjut dimana IHSG mendekati 6.400, katalis positif dari buy investor asing, IHSG berpotensi bergerak mixed cenderung menguat dalam range 6.200 hingga 6.414,” kata William dalam rekomendasinya.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot pagi ini melemah. Melansir data Bloomberg, pukul 09.05 WIB rupiah bergerak pada level Rp 14.272 per dollar AS, atau turun 6 poin (0,04 persen) dibanding penutupan sebelumnya Rp 14.266 per dollar AS.

Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, pelemahan rupiah terjadi karena pasar cenderung menghindari asset berisiko. Hal ini disebabkan oleh ekspektasi pengetatan moneter di AS, ketegangan hubungan dagang baru antara AS dan China, serta terhambatnya suplai dan kenaikan harga energi.

“Nilai tukar rupiah bisa berbalik melemah hari ini karena pasar keuangan menunjukkan sentimen hindar risiko. Indeks saham AS dan Eropa ditutup melemah semalam, dan pagi ini indeks saham Asia turun,” kata Ariston.

Ariston memproyeksikan hari ini rupiah bisa bergerak melemah pada kisaran Rp 14.290 per dollar AS hingga Rp 14.300 per dollar AS, dan support pada kisaran Rp 14.250 per dollar AS.

Baca juga: Borong 3,5 Miliar Saham Trimegah Sekuritas, Boy Thohir Bakal Jadi Pengendali TRIM

Disclaimer: Artikel ini bukan untuk mengajak membeli atau menjual saham. Segala rekomendasi dan analisa saham berasal dari analis dari sekuritas yang bersangkutan, dan Kompas.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul. Keputusan investasi ada di tangan Investor. Pelajari dengan teliti sebelum membeli/menjual saham.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.