Jadi Alat Orang Kaya dan Politisi Sembunyikan Harta, Apa itu Perusahaan Cangkang?

Kompas.com - 05/10/2021, 10:16 WIB
Presiden Joko Widodo (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Pool/wsj. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayPresiden Joko Widodo (kelima kanan) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/Pool/wsj.
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Pandora Papers mengungkap skandal penggelapan harta kekayaan dan penggelapan pajak orang-orang terkaya dan penggelapan pajak orang terkaya dan penguasa di dunia.

Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional (ICIJ) di dalam publikasi mereka menyebut Pandora Papers sebagai tsunami data yang mengungkap 11,9 juta rekam data dari 14 perusahaan offshore yang berbeda.

Bocoran data dalam Pandora Papers mengungkap rekam jejak elite dunia memanfaatkan wilayah atau negara surga pajak (tax havens) untuk membeli properti atau menyembunyikan aset mereka.

Dengan demikian, mereka bisa melakukan penghindaran kewajiban membayar pajak.

Setidaknya hingga saat ini, 11,9 juta data tersebut menyebut 330 nama politisi, 130 miliarder yang ada di daftar Forbes, selebriti, pelaku tindak kejahatan penipuan hingga keluarga kerajaan.

Baca juga: Pandora Papers: Perusahaan Swiss Manfaatkan Celah Hukum Lindungi Praktik Pencucian Uang

Para figur publik ini membentuk shell company atau perusahaan cangkang tanpa karyawan serta tanpa kantor fisik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebenarnya apa itu perusahaan cangkang atau shell company?

Dikutip dari Investopedia, perusahaan cangkang adalah perusahaan yang dibentuk secara sengaja tanpa menjalankan operasi bisnis yang sebenarnya.

Keberadaan perusahaan tersebut hanya sekadar nama saja yang terdaftar di sebuah negara tax haven atau negara dengan tingkat kerahasiaan tinggi.

Bentuk perusahaan semacam ini tak sepenuhnya ilegal, namun mereka biasanya digunakan untuk hal-hal yang nyaris melanggar hukum.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.