Pemimpin Negara Dunia Ramai-ramai Bantah Tuduhan Pandora Papers

Kompas.com - 05/10/2021, 12:50 WIB
Foto ilustrasi menunjukkan seorang bayangan perempuan bersanding denganlogo Pandora Papers, di Lavau-sur-Loire, barat Perancis, pada 4 Oktober 2021. Konsorsium jurnalis investigasi dunia melaporkan Pandora Papers, berisi 12 juta dokumen yang mengungkap kekayaan maupun kesepakatan tersembunyi para pemimpin hingga miliuner dunia. AFP PHOTO/LOIC VENANCEFoto ilustrasi menunjukkan seorang bayangan perempuan bersanding denganlogo Pandora Papers, di Lavau-sur-Loire, barat Perancis, pada 4 Oktober 2021. Konsorsium jurnalis investigasi dunia melaporkan Pandora Papers, berisi 12 juta dokumen yang mengungkap kekayaan maupun kesepakatan tersembunyi para pemimpin hingga miliuner dunia.
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Beberapa nama elite dunia yang namanya disebut dalam Pandora Papers telah membantah berbagai tuduhan yang terdapat pada laporan bocoran dokumen yang bersumber dari 14 perusahaan keuangan offshore tersebut.

Skandal itu membocorkan beragam upaya para elite dunia termasuk di dalamnya politisi, pemimpin negara, hingga orang terkaya di dunia yang berupaya untuk menghindari kewajiban membayar pajak dengan menyembunyikan harta kekayaan mereka lewat perusahaan cangkang.

Secara keseluruhan hingga saat ini, terdapat 35 nama mantan pemimpin negara dan pemimpin negara yang namanya disebut di Pandora Papers.

Baca juga: Nama Luhut Terseret Pandora Papers, Ini Penjelasan Jubir Menko Marves

Dilansir dari The Independent, Selasa (5/10/2021) beberapa pemimpin dunia yang disebut dalam skandal penggelapan harta dan pajak tersebut pun membantah berbagai tuduhan pada Pandora Papers.

Juru bicara Rusia Dmitry Peskov pun justru mempertanyakan akurasi dari informasi yang diberikan Pandora Papers terkait dengan bocoran mengenai beberapa orang dekat putin yang melakukan penggelapan harta kekayaan.

"Hingga saat ini masih jelas apa sebenarnya informasi ini dan apa isi dari informasi tersebut," ujar Peskov kepada reporter.

"Kami tidak melihat adanya kekayaan tersembunyi dari relasi Putin dalam daftar tersebut," jelas dia.

Sementara itu, Raja Abdullah II mengatakan, tuduhan dirinya menggunakan rekening offshore untuk menyembunyikan properti kerajahaan senilai 70 juta pound sterling (Rp 1,35 triliun) adalah upaya yang dilakukan untuk menghancurkan reputasi Yordania.

"Setiap tuduhan yang menghubungkan properti pribadi dengan dana atau bantuan publik adalah tidak berdasar dan disengaja untuk mengubah fakta," tulis pernyataan dari Royal Hashemite Court.

Sementara itu, Perdana Menteri Republik Ceko Andrej Babis menuding laporan itu muncul untuk mengganggu upayanya terpilih kembali pada pemilihan pada pekan ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.