Bullish: Pengertian, Faktor Penyebab, dan Dampak ke Investor

Kompas.com - 05/10/2021, 19:03 WIB
Patung banteng (kanan) dan beruang di area Frankfurt Stock Exchange di Frankfurt, Jerman, sebagai simbol tren perdagangan bullish dan bearish. Wikipedia/GNU Free Documentation License (GFDL) and CreativeCommons (CC)/Eva KrocherPatung banteng (kanan) dan beruang di area Frankfurt Stock Exchange di Frankfurt, Jerman, sebagai simbol tren perdagangan bullish dan bearish.
Penulis Mutia Fauzia
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Bullish adalah salah satu istilah yang kerap digunakan untuk menggambarkan kondisi pasar saham atau pada pasar aset keuangan lain.

Bagi investor pemula yang masih belum familiar dengan beragam istilah di pasar saham pasti kebingungan ketika membaca artikel atau menonton video mengenai pasar saham dan mendengar istilah bullish.

Dikutip dari Investopedia, bullish adalah isitilah yang digunakan ketika pasar saham atau pasar keuangan secara umum mengalami kenaikan harga atau diproyeksi mengalami kenaikan harga.

Istilah bullish kerap digunakan di pasar saham, namun bisa digunakan pula pada jenis aset lain yang diperdagangkan, misalnya saja obligasi, properti, mata uang, serta komoditas lainnya.

Baca juga: Apa Itu Bearish dan Bullish di Pasar Saham?

Pengertian bullish

Karakterisitik pasar bullish biasanya ditunjukkan lewat optimisme investor dan ekspektasi investor mengenai hasil investasi yang kuat dalam periode waktu tertentu.

Meski demikian, tren pasar memiliki kecenderungan untuk terus bergerak, sehingga sulit memprediksi hingga kapan sebuah tren naik turunnya kondisi pasar bakal berlangsung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski sulit untuk diidentifikasi, pasar saham bullish biasanya ditunjukkan dengan kenaikan harga saham sebesar 20 persen. Biasanya, hal itu terjadi setelah harga saham sempat melemah sebesar 20 persen serta sebelum kembali melemah 20 persen.

Karena sulit diprediksi, analis pun biasanya akan mengenal fenomena pasar bullish setelah hal itu terjadi.

Dikutip dari halaman sikapiuangmu yang dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dijelaskan, sebenarnya istilah bullish berasal dari bahasa inggris, yakni bull yang artinya banteng. Sementara itu, lawan dari bullish adalah bearish.

Bila mengamati cara seekor banteng menyerang, maka Anda akan bisa memahami apa sebenarnya pengertian bullish.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.