Erick Thohir Disebut-sebut Masuk Bursa Capres 2024, Ini Kata Stafsus Menteri BUMN

Kompas.com - 05/10/2021, 20:00 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020). ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoMenteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (17/7/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir digadang-gadang berpeluang masuk dalam bursa calon presiden (Capres) 2024.

Salah satunya berdasarkan hasil survei lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada Agustus 2021. Saat itu, elektabilitas Erick mencapai 4,7 persen dan berada diurutan ke-7.

Menanggapi hal itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, saat ini Erick masih fokus pada pekerjaannya sebagai Menteri BUMN. Menurutnya, Pilpres 2024 masih jauh untuk dibahas saat ini.

"Pak Erick kerja saja dulu. Soal adanya peluang naik (ke Pilpres) atau apa itu, biarkan saja lah, publik saja yang menilai. Kita enggak lihat dulu 2024, masih lama, sekarang baru 2021. Jadi yah, belum mikir sejauh itu lah," ungkapnya dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Kala Erick Thohir Endus Korupsi di Proyek Krakatau Steel yang Bikin Utang Numpuk

Menurut Arya, sejauh ini belum ada obrolan langsung dari Erick terkait keinginan untuk maju di Pilpres 2024, meskipun popularitasnya semakin meningkat, terlebih di media sosial.

"Setau saya yah, Pak Erick ngrobol juga sama kita, jadi yah enggak berpikir sejauh itu," imbuh dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terkait aktivitas Erick di media sosial yang meningkat dan mendapat sambutan baik, seperti dalam keterlibatan kampanye Girls Take Over 2021, menurut Arya, itu merupakan upaya Erick untuk meningkatkan peran perempuan di lingkungan BUMN.

Ia menjelaskan, Girls Take Over 2021 merupakan program yang digagas oleh Plan Indonesia yang kemudian disambut oleh Kementerian BUMN. Program ini bertujuan mendukung terciptanya kesetaraan gender dalam dunia kerja.

"Itu memang kita support dan tujuan Pak Erick kan kaum perempuan menjadi pemimpin BUMN itu sampai 25 persen. Jadi saya rasa itu adalah bagian dari misinya Pak Erick untuk menghasilkan perempuan sebagai pemimpin-pemimpin BUMN," jelasnya.

"Jadi belum mikir sejauh itu lah (Pilpres 2021). Kerja saja dulu, masih panjang, belum mikir ke politiknya. Kalau suara dari survei-survei bagus, ya biarkan saja lah, publik saja yang menilai," pungkas Arya.

Baca juga: Dari 7 BUMN, PT Industri Gelas Bakal Jadi yang Pertama Dibubarkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.