Menteri PPN: Pembangunan Infrastruktur Tak Boleh Bikin Warga Kehilangan Pekerjaan...

Kompas.com - 06/10/2021, 12:36 WIB
Kota Kumuh Kian Berkembang, Menteri PPN/Bappenas Ingin Ada Keterpaduan Program dan Pendanaan Penataan Permukiman Kumuh  PPN/BappenasKota Kumuh Kian Berkembang, Menteri PPN/Bappenas Ingin Ada Keterpaduan Program dan Pendanaan Penataan Permukiman Kumuh

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menegaskan, pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak boleh membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian.

Sebaliknya, pembangunan infrastruktur harus membuka peluang penghasilan bagi masyarakat di tiap simpulnya. Hal ini kata Suharso, termasuk dalam aspek sosial yang perlu diperhatikan dalam pembangunan infrastruktur.

"Pembangunan infrastruktur tidak boleh menjadikan masyarakat kehilangan mata pencaharian. Justru sebaliknya, pembangunan infrastruktur dapat memberikan peluang bagi masyarakat secara langsung," kata Suharso dalam webinar PwC Indonesia, Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Menteri PPN: Pembangunan Ibu Kota Butuh Waktu Sampai 20 Tahun

Suharso menuturkan, sejatinya ada tiga aspek yang perlu dipertimbangkan dalam pembangunan infrastruktur. Selain aspek sosial, pembangunan juga harus konsen pada aspek lingkungan.

Pada aspek ini, pembangunan infrastruktur tidak boleh memberikan akses bagi pengurasan sumber daya alam nasional. Justru sebaliknya, pembangunan harus mampu memberikan manfaat maksimal dari tersedianya sumber daya alam.

Kemudian pada aspek ekonomi, pembangunan infrastruktur harus mampu memberikan manfaat ekonomi dan finansial yang digunakan untuk membiayai keberlangsungan operasinya.

"Penting perencanaan dan penyiapan proyek infrastruktur untuk dapat mengakomodasi hal tersebut dengan cermat dan komprehensif," ucap Suharso.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembangunan infrastruktur merupakan kunci sukses Indonesia untuk mempercepat pembangunan.

Dalam visi misi Indonesia 2045, infrastruktur dan transformasi ekonomi harus dimulai tahun 2020-2024 untuk memberikan landasan kokoh menuju Indonesia Emas 2045.

Maka dia bilang, infrastruktur lebih dari hanya sekedar bangunan atau objek fisik, melainkan sebuah jembatan untuk masa depan.

"Upaya keras seluruh pihak dalam pembangunan infrastruktur saat ini merupakan jembatan untuk menuju transformasi ekonomi yang diharapkan menjadi katalis dari proses pemulihan Indonesia dari dampak pandemi," pungkas Suharso.

Baca juga: Kemenhub Ajak Pengusaha Investasi di Infrastruktur Transportasi Darat, Terutama Terminal

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Harga Minyak Goreng Masih Mahal, Simak Minimarket hingga Supermarket yang Gelar Promo

Spend Smart
RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

RI Jadi Magnet Kripto Baru, 15 Negara Rembuk di Bali

Whats New
Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Sisa 45 Hari, Harta yang Diungkap dalam PPS Tembus 86,55 Triliun

Whats New
Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Nilai Limit di Bawah Rp 300 Juta, Simak Daftar Lelang Rumah di Bandung

Whats New
Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Jenis Tabungan, Jumlah Setoran Awal BRI, serta Biaya-biaya Lainnya

Whats New
Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Penuhi Pasokan Dalam Negeri, India Larang Ekspor Gandum

Whats New
Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Kilang Balikpapan yang Kebakaran Masih Diperbaiki, Pertamina Pastikan Suplai BBM Tidak Terganggu

Whats New
Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Digugat Rp 322 Miliar gara-gara Tabungan Emas, PT Pegadaian Buka Suara

Whats New
Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas

Whats New
Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Cara Membuat Sertifikat Tanah, Beserta Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Long Weekend, KAI Catat 67.000 Penumpang Berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Whats New
Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Cek Besaran Biaya dan Limit Transfer Bank DKI di ATM

Spend Smart
Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Awal Pekan, Harga Emas Antam Bertahan di Rp 967.000 per Gram

Whats New
Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

Sambut Era Society 5.0, Berikut Peran dan Manfaat Digital Manufacturing bagi Bisnis

BrandzView
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.