Kompas.com - 06/10/2021, 13:34 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang jumpa pers secara virtual, Selasa (27/7/2021). (Tangkapan Layar) KOMPAS.com/ ELSA CATRIANAMenteri Perindustrian Agus Gumiwang jumpa pers secara virtual, Selasa (27/7/2021). (Tangkapan Layar)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, industri batik telah berperan penting bagi perekonomian nasional dan telah menjadi market leader di pasar global.

Namun, menurut Agus, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, khususnya terkait program promosi yang perlu dilakukan oleh semua stakeholder.

"Kita perlu secara intensif bahkan mungkin masif melakukan promosi batik di kota-kota besar yang ada di dunia, misalnya di New York, Los Angeles, Tokyo, Paris, London, dan kota-kota besar lainnya di dunia," ujar Agus dalam sambutan Puncak Peringatan Hari Batik Nasional secara virtual, Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Galakkan Tradisi Pakai Batik, Menperin Wajibkan Bawahannya Pakai Batik 3 Hari dalam Seminggu

"Saya juga minta jajaran di Kemenperin untuk mengeksplor bagaimana kita bisa membantu bersama-sama dengan Dekranas dan Yayasan Batik Indonesia melakukan promosi batik di kota-kota besar di dunia,” imbuh dia.

Diakui Agus, pemerintah sudah hadir untuk mempromosikan batik Indonesia.

Namun, perlu ditingkatkan lagi dengan melakukan kerjasama dengan berbagai stake holder seperti Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Yayasan Batik Indonesia, Kadin Indonesia, dan para pelaku usaha.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi, kata dia, ekspor batik berperan besar bagi ekonomi nasional yang dimana pada 2020 ekspor batik mencapai 532,7 juta dollar AS dan menyerap banyak tenaga kerja.

Saat ini, tercatat lebih dari 47.000 unit usaha yang tersebar di 101 sentra industri batik.

Baca juga: Di Hari Batik Nasional, Sandiaga Uno Dorong Pengembangan Industri Batik

Menperin menambahkan, industri batik juga masuk dalam salah satu subsektor prioritas dalam implementasi peta jalan terintegrasi Making Indonesia 4.0.

“Industri batik mendapat pengembangan karena mempunyai daya ungkit besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Industri batik yang ada di Indonesia mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional dan produknya telah diminati di pasar global,” kata Agus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.