PLN Minta Industri Batu Bara Dahulukan Kebutuhan di Dalam Negeri

Kompas.com - 06/10/2021, 14:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah harga batu bara yang melambung di pasar internasional, PT PLN menegaskan industri batu bara lokal harus mendahulukan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri.

Direktur Perencanaan Korporat PT PLN, Evy Haryadi bilang, PLN dibantu oleh pemerintah terkait dengan kebijakan penjualan batu bara ke domestik (DMO) terkait dengan masalah harga batu bara yang tinggi di internasional.

"Kami mengharapkan dukungan dari industri batu bara dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan energi PLN jangan sampai dengan harga yang tinggi di luar negeri, batu bara yang kita punyai seluruhnya terekspor ke luar negeri, tentu didahulukan kebutuhan dalam negeri," ujarnya dalam Webinar diseminasi RUPTL PLN 2021 s.d. 2030, Selasa (5/10/2021).

Baca juga: Puji Bangunan Megah Mimika Sport Complex, Luhut: Lelah Saya Terbayar Lunas

Haryadi menegaskan, apa pun yang terjadi di luar negeri tentunya industri batu bara lokal harus bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Tentunya ada kebijakan pemerintah baik dari sisi kepentingan PLN maupun kepentingan kelistrikan dalam negeri dan pengusaha batu bara," ujarnya.

Dalam beberapa tahun mendatang, proyeksi kebutuhan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik masih berkontribusi signfikan. Melansir materi PLN di dalam Webinar diseminasi RUPTL PLN 2021 sampai dengan 2030, proyeksi kebutuhan bahan bakar batu bara di 2021 sebesar 111 juta ton.

Kemudian, kebutuhan batu bara mengalami tren kenaikan mulai dari 2022 sebesar 115 juta ton hingga di 2024 menjadi 131 juta ton.

Namun, di 2025 proyeksi kebutuhan batu bara sempat turun menjadi 124 juta ton. Berlanjut di 2026 sampai 2030, kebutuhan batu bara kembali mengalami tren kenaikan yakni dari 131 juta ton di 2026 menjadi 153 juta ton di 2030.

Haryadi memaparkan, proyeksi kebutuhan bahan bakar seiring dengan pola pertumbuhan pembangkitan yang ada.

Kebutuhan bahan bakar gas dan batubara masih tumbuh secara beban dikarenakan masih adanya proyek on going yang sedang berjalan di sisi pembangkit-pembangkit termal walaupun sudah menambahkan pembangkit EBT di dalam sistem PLN. (Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Yudho Winarto)

Baca juga: Indomie Goreng Jadi Mie Goreng Instan Terenak Menurut NY Magazine

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Harga melambung, PLN minta kebutuhan batubara dalam negeri didahulukan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Isu Badai PHK, Perusahaan Otomotif Astrido Justru Buka 13 Posisi Lowongan Kerja

Work Smart
Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Sri Mulyani Sebut Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Persoalan Beras

Whats New
Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Bidik Proyek Ekonomi Berkelanjutan, INA Gandeng Investment Fund for Developing Countries

Whats New
Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Data Center STT di Bekasi Dibangun untuk Jawab Kebutuhan Ekonomi Digital RI

Whats New
Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Program Konversi Motor Listrik Lesu, Ini Penyebabnya

Whats New
ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga dan Armada Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Nataru

ASDP Tingkatkan Kapasitas Dermaga dan Armada Antisipasi Lonjakan Penumpang Selama Nataru

Whats New
Tahun Depan, The Fed Diyakini Tak Akan Seagresif 2022

Tahun Depan, The Fed Diyakini Tak Akan Seagresif 2022

Whats New
Pasar Gas Bumi di Semarang, Kendal, dan Batang Diperluas

Pasar Gas Bumi di Semarang, Kendal, dan Batang Diperluas

Whats New
Menpan-RB: Reformasi Birokrasi Bukan Tumpukan Kertas

Menpan-RB: Reformasi Birokrasi Bukan Tumpukan Kertas

Whats New
 Ajak Pengusaha AS Investasi, Airlangga Jamin Kepastian dan Kemudahan Berusaha

Ajak Pengusaha AS Investasi, Airlangga Jamin Kepastian dan Kemudahan Berusaha

Whats New
Menko Airlangga Proyeksi Inflasi Capai 5,5 Persen di Akhir 2022

Menko Airlangga Proyeksi Inflasi Capai 5,5 Persen di Akhir 2022

Whats New
Bapanas Sebut Beras Impor untuk Cadangan, Tidak Dikeluarkan secara Bebas

Bapanas Sebut Beras Impor untuk Cadangan, Tidak Dikeluarkan secara Bebas

Whats New
Talenta Digital Data Center RI Masih Minim, Padahal Potensi Industrinya Besar

Talenta Digital Data Center RI Masih Minim, Padahal Potensi Industrinya Besar

Whats New
Menko Airlangga Targetkan 65 Persen Pemda Terdigitalisasi di 2023

Menko Airlangga Targetkan 65 Persen Pemda Terdigitalisasi di 2023

Whats New
Bidik UMKM, Rey Insurtech Luncurkan Produk ReyForBusiness

Bidik UMKM, Rey Insurtech Luncurkan Produk ReyForBusiness

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.