Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Sudah Masuk Jalur Positif

Kompas.com - 06/10/2021, 18:03 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berpidato saat menghadiri acara penyerahan bantuan KUR klaster di hotel JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/9/2021). PT Askrindo memberikan bantuan CSR berupa tiga unit mesin jahit dan satu meja potong kepada nasabah KUR yang dijamim oleh PT Askrindo demi mendongkrak perekonomian dan membangkitkan sektor usaha kecil dan menengah. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/aww.
ANTARA FOTO/Fransisco CarolioMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berpidato saat menghadiri acara penyerahan bantuan KUR klaster di hotel JW Marriott Hotel Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/9/2021). PT Askrindo memberikan bantuan CSR berupa tiga unit mesin jahit dan satu meja potong kepada nasabah KUR yang dijamim oleh PT Askrindo demi mendongkrak perekonomian dan membangkitkan sektor usaha kecil dan menengah. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, ekonomi Indonesia sudah berada pada jalur yang positif sejak kuartal II 2021 dengan pertumbuhan 7,07 persen (yoy).

Meski varian Delta sempat bertengger di kuartal III 2021 pada Juli-Agustus 2021, dia mengungkap industri manufaktur telah kembali ekspansif dengan indeks PMI sebesar 52,2 persen pada September 2021.

"Kita patut bersyukur ekonomi Indonesia sudah masuk di jalur positif. Selanjutnya tentu pertumbuhan positif ini mendorong demand dan memberikan optimisme pada pelaku ekonomi," kata Airlangga dalam Forum Dialog HUT 83 Sinarmas, Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Ekonomi Jabar Diprediksi Melambat, Pelaku Usaha Tetap Optimistis

Airlangga mengungkapkan, beberapa sektor yang kembali pulih saat ini seperti industri pengolahan, perdagangan, transportasi, dan pergudangan.

Pulihnya industri membuat kinerja ekspor kembali bergerak. Neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus selama 16 bulan berturut-turut dengan surplus pada bulan Agustus 2021 sebesar 4,74 miliar dollar AS.

Surplus tersebut merupakan yang tertinggi sejak bulan Desember 2006.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara akumulasi Januari-Agustus, surplus mencapai 19,17 miliar dollar AS, jauh dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 10,96 miliar dollar AS.

"Dengan situasi seperti ini nilai tukar relatif stabil, cadangan devisa mencapai 144,8 miliar dollar AS di akhir Agustus tahun ini, tentunya ini mengindikasikan resiliensi ekonomi dari ketahanan di sektor eksternal," beber Airlangga.

Baca juga: Percepat Pemulihan Ekonomi, Sampoerna Beri Pelatihan Buat UMKM Perempuan

Airlangga menjelaskan, faktor yang mendorong terjadinya perbaikan kinerja perdagangan antara lain karena pulihnya ekonomi negara mitra dagang serta super cycle tren kenaikan harga komoditas internasional.

Komoditas tersebut, yakni minyak mentah, batu bara, minyak sawit, copper and gold, nikel, dan berbagai komoditas lainnya. Hal ini kata dia, telah meningkatkan penerimaan perpajakan yang diterima oleh negara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.