Menhub: Bandara Frans Kaisiepo Memadai untuk Dukung Ekspor Ikan dari Biak

Kompas.com - 06/10/2021, 21:00 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi www.dephub.go.idMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, keberadaan infrastruktur pelabuhan dan bandara menjadi pendukung sektor perikanan yang ada di Kabupaten Biak Numfor, Papua dan Kota Tual, Provinsi Maluku.

Hal ini dikatakan Budi saat melakukan kunjungan kerja ke Biak dan Tual. Kedua daerah ini merupakan bagian dari wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonsia (WPPNRI).

"Dalam mendukung kelancaran ekspor perikanan di Kabupaten Biak Numfor, keberadaan infrastruktur Bandara Frans Kaisiepo saat ini sudah cukup memadai, yang memungkinkan komoditas perikanan langsung diterbangkan dari Biak ke negara tujuan ekspor lainnya di Asia,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/10/2021).

Baca juga: Menhub Ungkap Sederet Penghambat Ekspor pada Proses Distribusi Logistik

Dalam kesempatan tersebut Budi juga mengapresiasi Pemerintah Daerah Biak Numfor yang tetap mampu melaksanakan kegiatan ekspor komoditas produk perikanan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Pada Agustus 2021 lalu, telah dilakukan ekspor perdana yang dikirimkan ke Singapura, melalui Bandara Frans Kaisiepo dengan menggunakan pesawat kargo dari Sriwijaya Air. Adapun komoditi perikanan yang dikirim yaitu berupa: tuna loin seberat 150 kilogram, kepiting 350 kilogram, dan lobster 30 kilogram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melalui ekspor perdana dari Biak Numfor ke Singapura ini diharapkan adanya peningkatan bukan hanya devisa negara tetapi juga pendapatan daerah dan kesejahteraan nelayan.

"Meski di tengah pandemi kita harus memanfaatkan peluang yang ada. Ini merupakan komitmen besar untuk maju dan bekerja sama mewujudkan Indonesia yang tangguh,” kata dia.

Baca juga: Menhub: Pembangunan Bandara Siboru di Fak-Fak Capai 30 persen

Sebagai informasi, saat ini Kemenhub tengah mengembangkan Bandara Frans Kaisiepo untuk menambah jumlah fasilitas kargo, yakni dua unit gudang pendingin dengan kapasitas 5 ton/per hari dan gudang transhipment dengan luas 60 meter persegi berkapasitas 6,5 ton.

Bandara Frans Kaisepo memiliki luas gudang terminal kargo sebesar 324 meter persegi, yang cukup untuk mendukung proses dari ekspor komoditas laut tersebut. Perharinya dapat melayani sekitar 12 sampai dengan 20 ton per hari.

Selain Bandara, Kemenhub juga tengah melakukan pengembangan Pelabuhan Biak untuk mendukung kegiatan ekspor perikanan, yaitu berupa renovasi terminal penumpang, pengaspalan jalan utama, renovasi gudang seluas 3.800 meter persegi yang ditargetkan selesai pada Oktober atau November 2021.

Baca juga: Menhub Minta Fasilitas Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta Ditambah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.