IHSG Diprediksi Bakal Cetak Rekor Tertinggi Bulan Ini, Ini Pendukungnya

Kompas.com - 07/10/2021, 15:43 WIB
Ilustrasi : Bursa Efek Indonesia KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGIlustrasi : Bursa Efek Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bakal mencetak rekor tertinggi bulan Oktober 2021 ini, atau menembus level 6.441.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina mengatakan, IHSG ditopang oleh kenaikan harga komoditas, faktor pemulihan ekonomi, dan meredanya kasus Covid-19, yang meningkatkan optimisme pelaku pasar.

“Memasuki kuartal IV tahun 2021, IHSG berada di zona hijau dan siap untuk memecahkan rekor tertinggi di tahun ini. Pada Oktober, secara teknikal IHSG akan menguji support di level 6.202-6.286 dan resistance di kisaran 6.441,” ujar Martha dalam acara Mirae Asset Media Day, Kamis (7/10/2021).

Baca juga: Ini Penyebab IHSG Melesat dan Tembus Level 6.400

Sebagai catatan, rekor IHSG tahun ini masih berada pada level 6.435 yang dicetak pada 13 Januari 2021 lalu. Kemarin, IHSG meroket hingga 2,06 persen dan nyaris mencetak rekor baru. Penguatan tersebut membuat IHSG ditutup pada level 6.417.

Martha mengatakan pasca membukukan penguatan 2,2 persen di bulan September, bulan ini IHSG dapat melanjutkan penguatan karena peningkatan mobilitas masyarakat dan semakin mempercepat pergerakan roda perekonomian.

Di tengah optimisme tersebut, Martha dan Tim Investment Information Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan tiga sektor saham utama, yaitu energi, barang konsumen primer, dan perbankan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk sektor energi, saham yang menjadi pilihan adalah ITMG, PTBA, ADRO, dan PGAS. Lalu dari sektor konsumen primer dan perbankan, pilihan sahamnya adalah LSIP, AALI, dan SSMS bersama dengan BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengungkapkan, saat ini saham komoditas energi dan minyak sawit mentah (CPO) masih atraktif, sejalan dengan sektor perbankan.

“Kami menilai saham komoditas energi dan minyak sawit mentah (CPO) masih atraktif, mengingat harga komoditasnya yang terus meningkat dan ekspektasi laporan keuangan kuartal III/2021 yang positif. Begitu juga dengan sektor perbankan, yang berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi,” jelas Nafan.

Nafan menambahkan, naiknya harga komoditas dunia seperti harga minyak mentah, batu bara, CPO, timah, maupun gas alam baru-baru ini turut didorong naiknya permintaan global seiring dengan pemulihan ekonomi.

Baca juga: Trik Investasi Saham Bagi Anda yang Memiliki Gaji UMR

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.