Kata Menko Airlangga, Ini Bahayanya Apabila Harga Batubara Kemahalan

Kompas.com - 08/10/2021, 02:07 WIB
Menteri Perekonomian RI Airlangga Hartarto. DOK. PPIJMenteri Perekonomian RI Airlangga Hartarto.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan kenaikan harga batubara saat ini juga menjadi tantangan karena dapat meningkatkan pengeluaran industri domestik untuk memperoleh sumber energi.

Dilansir dari Antara, Sabtu (8/10/2021), usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Airlangga Hartarto mengatakan perlu ada keseimbangan antara sektor, agar lonjakan harga batubara tidak berbalik menekan kegiatan industri dalam negeri.

“Sekarang justru yang menjadi tantangan bagaimana batubara di dalam negeri agar industri tetap kompetitif, karena kalau terlalu tinggi juga industri dalam negeri kesulitan untuk memperoleh energi karena terlalu mahal,” ujar Airlangga.

Terlepas dari hal itu, Airlangga melihat di sisi lain bahwa meningkatnya harga batubara telah memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional karena Indonesia merupakan negara penghasil batu bara. 

Baca juga: Kisah Tommy Soeharto Berbisnis Mobil Timor hingga Tersandung BLBI

Melonjaknya harga komoditas batubara juga menjadi salah satu pendorong pemulihan ekonomi nasional.

Saat ini, kata Airlangga, pemulihan ekonomi domestik terus berlanjut. Hal itu juga didukung dengan tren penularan kasus Covid-19 yang terus menurun.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk membuka aktivitas ekonomi di beberapa wilayah seperti Bali dan Kepulauan Riau.

Secara nasional, indikator makro ekonomi juga menunjukkan pemulihan terus bergulir.

“Indikasi ekonomi meningkat, PMI (Purchasing Manager Index) sudah 52,5 persen (per September 2021), kemudian juga kita lihat kredit dari pada konsumen. Berarti juga penerimaan juga sudah meningkat," ungkap Airlangga.

Baca juga: Mengintip Bisnis Luhut, Menteri Jokowi yang Kaya Raya dari Batubara

"Kemudian kita lihat mobilitas meningkat, jumlah visitor ke mal itu juga sudah meningkat, dengan semua kegiatan ini meningkat diperkirakan ekonomi akan tumbuh positif,” kata Airlangga lagi.

Harga batubara melambung

Harga batubara acuan (HBA) terus meningkat, seiring dengan tingginya permintaan dari China. Kementerian ESDM menetapkan HBA pada Oktober 2021 tembus 161,63 dollar AS per ton.

Angka HBA tersebut naik 11,60 dollar AS per ton dibandingkan dengan HBA September 2021 yang sebesar 150,03 dollar AS per ton.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi menjelaskan, melonjaknya HBA dipengaruhi permintaan yang terus meningkat di China. Kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik di negara itu meningkat, bahkan melampaui kapasitas pasokan batu bara domestik.

Baca juga: 10 Perusahaan Paling Banyak Mengeruk Batubara di Indonesia

"Juga turut dipengaruhi meningkatnya permintaan batu bara dari Korea Selatan dan kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Sebagai informasi, HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal/kg GAR, total moisture 8 persen, total sulphur 0,8 persen, dan ash 15 persen.

Sempat melandai pada Februari-April 2021, HBA mencatatkan kenaikan beruntun pada periode Mei-September 2021. Kenaikan tersebut terus konsisten hingga Oktober 2021 dengan mencatatkan rekor tertinggi baru.

Agung mengatakan, ada dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, supply dan demand.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi Bansos, Berapa Gaji Menteri Juliari Batubara?

Pada faktor turunan supply dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

"Nantinya, HBA bulan Oktober ini akan dipergunakan pada penentuan harga batubara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel)," kata Agung.

Baca juga: Badan Geologi: Sumber Daya Batu Bara Indonesia 143 Miliar Ton

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.