PPh Badan Tak Jadi Turun, Menkeu: Ini Upaya untuk Menjaga Basis Penerimaan Pajak

Kompas.com - 08/10/2021, 11:07 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani KOMPAS.COM/SLAMET PRIYATINMenteri Keuangan, Sri Mulyani

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah batal menurunkan tarif pajak penghasilan (PPh) badan usaha menjadi 20 persen pada tahun 2022. Melalui pengesahan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), tarif PPh Badan tahun depan tetap 22 persen.

"DPR dan pemerintah sepakat bahwa penurunan tarif PPh badan menuju 20 persen tetap dijaga di 22 persen. Ini upaya menjaga basis penerimaan pajak Indonesia," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers UU HPP, Kamis (7/10/2021).

Bendahara negara ini mengungkapkan, banyak penyebab yang membuat pemerintah dan DPR sepakat menahan tarif pajak di 22 persen. Salah satunya adalah praktik penurunan tarif pajak badan di seluruh dunia yang trennya cenderung meningkat.

Baca juga: Tarif PPh Badan Batal Turun Jadi 20 Persen, Pemerintah: Lebih Rendah Dibanding Negara Lain

Berdasarkan analisisnya, tarif pajak badan negara-negara OECD pada tahun 2021 masih di atas 22,81 persen tahun 2021 dari 23,95 persen tahun 2017. Kemudian di AS, tarif pajak masih di angka 27,16 persen tahun ini dibanding 28,9 persen di tahun 2017.

Adapun PPh badan di lingkup negara G20 sebesar 24,17 persen pada tahun 2021 dari 25,9 persen tahun 2017. Sementara di negara ASEAN, rata-rata tarif PPh badan masih di angka 22,17 persen tahun 2021 dibanding 22,67 persen tahun 2017.

Baca juga: Naskah Lengkap UU HPP, Penjelasan, dan Poin-poin Pentingnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini artinya rate yang sekarang 22 persen sudah menggambarkan rate yang cukup kompetitif di sekitar kita dan jauh lebih baik dibanding negara G20 dan lain-lain," beber Sri Mulyani.

Di sisi lain, pemerintah masih membutuhkan banyak biaya untuk beragam pembangunan yang mesti dibiayai lewat penerimaan negara.

"Dengan melihat banyaknya kebutuhan pembangunan yang perlu didanai, DPR dan pemerintah sepakat bahwa penurunan tarif PPH badan menuju 20 persen tetap dijaga di 22 persen," pungkas Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani: Pajak Tahun Depan Belum Kuat Gara-gara PPh Badan Turun Lagi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.