Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
E-COMMERCE

Persaingan E-commerce Ketat, Shopee Unggul dalam Jumlah Kunjungan Pelanggan

Kompas.com - 08/10/2021, 14:57 WIB
Imalay Naomi Lasono,
Sheila Respati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Selama masa pandemi Covid-19 perilaku konsumen berubah. Khususnya dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari.  

Keterbatasan untuk melakukan transaksi secara tatap muka membuat masyarakat lebih banyak berbelanja kebutuhan sehari-hari melalui e-commerce

Hal tersebut secara tidak langsung membuat bisnis e-commerce meningkat signifikan. Tak hanya itu, peta persaingan bisnis e-commerce menjadi semakin kompetitif.

Ketatnya persaingan tergambar melalui angka kunjungan ke situs web dan pengguna aplikasi e-commerce di Indonesia.  

Menukil data yang didapat dari situs analisis digital iPrice, pada kuartal II 2021, situs web Tokopedia memiliki rata-rata 147,79 juta pengunjung per bulan. Sementara, urutan ke-2 diisi oleh Shopee dengan jumlah kunjungan situs web sebanyak 126,99 juta per bulan.

Baca juga: Kisah Arif Membawa Batik Warisan Budaya Indonesia ke Mancanegara Bersama Shopee

Bukalapak menyusul pada posisi ke-3 dengan 29,46 juta pengunjung situs web dalam periode yang sama. 

Persaingan juga terlihat melalui kunjungan pengguna ke aplikasi masing-masing e-commerce

Sebagai informasi, menurut data GlobalWebIndex (GWI) pada kuartal III 2020, 78,2 persen pengguna internet yang berusia 16-64 tahun memanfaatkan aplikasi belanja online melalui ponsel atau tablet untuk bertransaksi di e-commerce. Sementara itu, kunjungan ke situs web hanya berkisar 22 persen.

Merujuk data yang dirilis SimilarWeb pada September 2021, diketahui bahwa aplikasi Shopee Indonesia paling sering dikunjungi dibandingkan aplikasi e-commerce lain, seperti Tokopedia dan Lazada. 

Per Agustus 2021, Shopee berhasil meraih 26,92 juta unique daily activers users (DAU) atau pengguna aplikasi aktif harian yang mengakses dari perangkat mobile Android di Indonesia.

Baca juga: Perbandingan Bunga PayLater Shopee, GoPay, dan Kredivo

Pada Agustus 2021 rata-rata unique DAU Shopee Indonesia dalam platform SimilarWeb tersebut setara dengan jumlah rata-rata kunjungan bulanan, yaitu 834,52 juta kunjungan.

Apabila ditotal dengan kunjungan pengguna aktif melalui situs web sebagaimana yang diperoleh dalam riset iPrice, Shopee memiliki angka kunjungan rata-rata 961.510 juta.

Jumlah tersebut didapatkan dari kunjungan situs web sebanyak 126,99 juta dan aplikasi 834,52 juta.

Sementara itu, Tokopedia memiliki rata-rata pengguna aktif harian yang melakukan kunjungan ke aplikasi sebanyak 7,882 juta. Dengan menggunakan metode perhitungan yang sama, Tokopedia memiliki pengguna aktif di aplikasi sebanyak 244,34 juta per bulannya.

Baca juga: Shopee: Pesanan Produk UMKM Naik 6 Kali Lipat Saat 9.9 Super Shopping Day

Jika dikalkulasikan dengan asumsi iPrice mengenai kunjungan pengguna melalui situs web dan aplikasi, Tokopedia berhasil meraih 392,13 juta kunjungan per bulan. Jumlah ini didapat dengan menjumlahkan 244,34 juta pengunjung aplikasi dan 147,79 juta pengunjung situs web. Hal ini membuat e-commerce bernuansa hijau menduduki peringkat kedua.

Adapun jumlah tersebut merupakan perhitungan sederhana dengan basis paling konservatif, di mana satu unique DAU diasumsikan hanya mengunjungi aplikasi e-commerce satu kali setiap harinya.

Apabila dihitung dengan asumsi kunjungan ke situs web atau aplikasi dilakukan berulang kali oleh setiap pengguna, jumlah yang didapat diprediksi lebih besar.  

Sementara itu, masih berdasarkan SimilarWeb, e-commerce Lazada menduduki urutan ke-3. Lazada meraih kunjungan aplikasi pengguna sebanyak 349,37 juta per bulan. Total kunjungan aplikasi ini berhasil menyalip Tokopedia.

Namun, jumlah keseluruhan kunjungan yang didapatkan dari situs web dan aplikasi Lazada masih berada di posisi ketiga persaingan e-commerce di Indonesia, yakni 377,04 juta per bulan. Jumlah ini dikalkukasikan dari kunjungan web sebanyak 27,67 juta dan aplikasi per bulan.

Sementara posisi ke-4 ditempati oleh Bukalapak. E-commerce ini berhasil meraih total kunjungan 79,18 juta per bulan dengan kalkulasi pengunjung situs web 29,46 juta dan aplikasi 49,72 juta per bulan.

Selanjutnya, posisi terakhir ditempati oleh Blibli. Dengan capaian kunjungan dari pengguna aktif sebanyak 28,77 juta per bulan, Blibli berhasil mendapatkan kunjungan aplikasi 10,33 juta pengguna dan 18,44 juta kunjungan situs web.

Perusahaan periset pasar aplikasi mobile, App Annie, juga menunjukan kesimpulan yang sama. Sejak Januari hingga pertengahan 2021, Shopee menjadi platform belanja online teratas di Indonesia dari jumlah total unduhan aplikasi dan total pengguna aktif bulanan.

Itulah daftar peringkat e-commerce dengan jumlah pengunjung paling banyak di Indonesia pada kuartal II 2021. Kamu suka belanja online di mana?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Kementerian PUPR Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Ini Syaratnya

Work Smart
Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

Juwara, Komunitas Pemberdayaan Mitra Bukalapak yang Antarkan Warung Tradisional Raih Masa Depan Cerah

BrandzView
Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Rupiah Melemah Tembus Rp 16.200 Per Dollar AS, Apa Dampaknya buat Kita?

Whats New
Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Dollar AS Tembus Rp 16.200, Kemenkeu Antisipasi Bengkaknya Bunga Utang

Whats New
Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Bawaslu Buka 18.557 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Prioritas Kebutuhannya

Whats New
Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Ingin Produksi Padi Meningkat, Kementan Kerahkan 3.700 Unit Pompa Air di Jatim

Whats New
Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kemenhub Buka 18.017 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Melalui Pompanisasi, Mentan Amran Targetkan Petani di Lamongan Tanam Padi 3 Kali Setahun

Whats New
Konflik Iran-Israel Bisa Picu Lonjakan Inflasi di Indonesia

Konflik Iran-Israel Bisa Picu Lonjakan Inflasi di Indonesia

Whats New
Kartu Prakerja Gelombang 66 Resmi Dibuka, Berikut Persyaratannya

Kartu Prakerja Gelombang 66 Resmi Dibuka, Berikut Persyaratannya

Whats New
Kemensos Buka 40.839 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Kemensos Buka 40.839 Formasi CPNS dan PPPK 2024, Ini Rinciannya

Whats New
Pemudik Lebaran 2024 Capai 242 Juta Orang, Angka Kecelakaan Turun

Pemudik Lebaran 2024 Capai 242 Juta Orang, Angka Kecelakaan Turun

Whats New
Pasar Sekunder adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Pasar Sekunder adalah Apa? Ini Pengertian dan Alur Transaksinya

Work Smart
Signifikansi 'Early Adopters' dan Upaya 'Crossing the Chasm' Koperasi Multi Pihak

Signifikansi "Early Adopters" dan Upaya "Crossing the Chasm" Koperasi Multi Pihak

Whats New
Rupiah Tertekan Dekati Rp 16.300 Per Dollar AS, BI Terus Intervensi Pasar

Rupiah Tertekan Dekati Rp 16.300 Per Dollar AS, BI Terus Intervensi Pasar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com