Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Kemendag Lepas Ekspor 6 Ton Salak Pondoh Yogyakarta ke Kamboja

Kompas.com - 08/10/2021, 18:18 WIB

Didi mengatakan, sebagaimana arahan Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi, pihaknya akan terus mendampingi dan membantu dalam memfasilitasi para pelaku usaha potensial.

Adapun tujuan pendampingan guna mendorong usaha kecil dan menengah (UKM) agar siap masuk ke pasar internasional dan menjadi pelaku perdagangan global.

Baca juga: Kemenkop UKM Gandeng MNC Group Dorong Pengembangan UMKM

Wujud komitmen Kemendag

Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar PPEI Heryono Hadi Prasetyo mengatakan, pelepasan ekspor salak pondoh asal DIY merupakan wujud komitmen Kemendag dan sinergi antara pemangku kepentingan.

“Kami berharap akan semakin banyak lagi pelaku UKM yang berhasil ekspor ke luar negeri dan menginspirasi pelaku usaha di sekitarnya. Hal ini tentu akan mendorong peningkatan kontribusi ekspor UKM terhadap nilai total ekspor nasional,” ujarnya.

Terkait program ECP, Heryono menjelaskan, untuk wilayah DIY telah memasuki tahap ketiga yaitu market development dari delapan tahapan pendampingan.

Sebelumnya, para peserta ECP telah diberikan pendampingan mengenai kesiapan dokumen ekspor.

Baca juga: Kemendag Akan Latih 1.000 Juru Ukur dan Juru Timbang Setiap Tahunnya

Tak hanya itu, pendampingan yang diberikan juga berupa berbagai hal persiapan ketika bernegosiasi dengan calon pembeli, pengetahuan tentang kepabeanan dan pengiriman barang ekspor, kalkulasi harga ekspor, serta sistem pembayaran ekspor.

“Pada 2021, program ECP dilaksanakan di 10 kota, yaitu Semarang, Surabaya, Bandung, Bandar Lampung, Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, DIY, Banda Aceh, Serang, Samarinda, dan Makassar,” imbuh Heryono.

Adapun total pelaku usaha yang penerima pendampingan di setiap wilayah berjumlah 30 orang.

Lebih lanjut, Heryono menjelaskan, program ECP diperuntukan bagi para pelaku usaha yang sebelumnya telah mendaftarkan diri dan memenuhi kriteria untuk mengikuti program pendampingan ekspor.

Baca juga: Ekonomi Jabar Diprediksi Melambat, Pelaku Usaha Tetap Optimistis

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+