Kompas.com - 09/10/2021, 13:01 WIB
Ilustrasi industri baja. ShutterstockIlustrasi industri baja.


JAKARTA, KOMPAS.com – Bagaimana prospek industri baja nasional dan apa saja upaya Pemerintah untuk mewujudkan kemandirian industri baja nasional di masa depan?

Pertanyaan tersebut penting direnungi, apalagi dengan adanya perspektif bahwa industri baja nasional yang mandiri diharapkan mampu mendukung tumbuhnya ekonomi nasional.

Dengan menggunakan metode Three Circular Economy sebagai pisau analisa, sejumlah pihak optimis tujuan itu dapat segera terwujud.

Baca juga: Sambangi Pabrik Baja Ringan, Ini Temuan Kementerian PUPR

Three Circular Economy adalah sebuah analisa umum antara peningkatan produksi dalam negeri, konsumsi produk dalam negeri, penurunan impor serta adanya investasi, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Logam Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Budi Susanto menyampaikan penjelasan terkait hal ini.

Budi Susanto mengungkapkan, Kemenperin sudah memiliki rencana induk pengembangan industri besi dan baja nasional. Rencana itu dibuat dari tahun 2015 sampai tahun 2035.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Khusus untuk rencana tahun 2020-2024, target kapasitas produksi baja nasional di akhir tahun 2024 adalah sebesar 17 juta ton.

“Di bulan ke 4 tahun 2021 ini sudah mencapai 11,7 ton. Ini juga kalau dilihat dari targetnya (2021) ini 11,9 juta ton. Jadi kita sekarang masih kekurangan 0,2 juta ton,” ujarnya dikutip dalam keterangan resmi pada Sabtu (9/10/2021).

Baca juga: Kembangkan Bisnis Hilir, Krakatau Steel Luncurkan Produk Baja Floordeck

Ia berharap, beroperasinya fasilitas Light Section Mill (LSM) dari Gunung Rajapaksi bisa menopang pemenuhan target kapasitas produksi baja nasional.

“Kemudian Cilegon karena kita sudah sebut sebagai kota baja kita juga canangkan ada cluster 10 juta ton. Ini merupakan bagian dari yang 17 juta ton. Nah ini di tahun 2019 sampai 2022 ini juga sudah ditetapkan sebesar 6,9 juta ton. Dan ini mudah-mudahan juga bisa terpenuhi,” terang Budi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.