Aturan Transaksi E-Mas Bank BSI, Pahami Risiko Tabungan Emas BSI

Kompas.com - 09/10/2021, 14:07 WIB
Tabungan emas BSI. Bank BSITabungan emas BSI.


JAKARTA, KOMPAS.com – Syarat dan ketentuan mengenai tabungan emas BSI yang merupakan produk Bank Syariah Indonesia (BSI) penting untuk dipahami, terutama terkait risiko menabung emas di BSI.

Tabungan emas BSI disebut juga E-Mas BSI. Apa itu E-Mas di BSI? Pertanyaan semacam ini memang kerap muncul di kalangan pembaca.

Tabungan e-mas dan gadai emas (tabungan emas BSI) adalah layanan kepemilikan emas melalui BSI Mobile dengan pembelian emas mulai dari Rp 50.000.

Baca juga: Kenali Tabungan Emas BSI, Investasi E-Mas di Bank Syariah Indonesia

Dikutip dari laman resmi BSI, dengan tabungan emas BSI, Anda bisa beli, jual, transfer, serta tarik fisik emas dan gadai emas online dengan mudah dan aman tanpa perlu datang ke cabang.

Produk ini berlaku bagi nasabah Bank Syariah Indonesia yang telah memiliki rekening tabungan rupiah (Tabungan Mudharabah atau Tabungan Wadiah) serta telah aktivasi BSI Mobile.

Risiko E-Mas di BSI

Sebelum membuka rekening tabungan emas BSI, nasabah diminta untuk membaca dan menyetujui syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh Bank Syariah Indonesia.

Hal ini termasuk aturan transaksi E-Mas BSI dan sejumlah penjelasan mengenai risiko menabung emas di BSI. Terdapat sejumlah poin yang disampaikan BSI mengenai risiko tabungan emas BSI.

Berikut risiko rekening emas BSI selengkapnya:

  1. Emas pada fitur e-mas ini tidak dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
  2. Terdapat risiko penundaan transaksi jual emas, jika persediaan emas pada Bank telah mencapai jumlah maksimal.
  3. Terdapat risiko penundaan transaksi beli emas, jika persediaan emas pada Bank habis atau tidak tersedia.
  4. Terdapat risiko berkurangnya nilai emas sesuai dengan harga pasar yang berlaku.
  5. Selama Nasabah belum melunasi gadai emas pada fitur e-mas, Nasabah tidak dapat melakukan penutupan rekening emas.

Lebih lanjut, terdapat pula beberapa ketentuan lain-lain mengenai rekening tabungan emas BSI, salah satunya mengenai kewajiban untuk berzakat.

Berdasarkan Fatwa MUI No. 3 Tahun 2003 tentang Zakat Penghasilan, ketika gram emas telah mencapai haul dan nisabnya, nasabah memiliki kewajiban untuk membayar zakat terhadap simpanan pada rekening emas.

Lebih lanjut, ada pula ketentuan tentang Rekening Dormant pada aturan transaksi E-Mas BSI. Rekening Dormant adalah rekening emas yang pasif atau inactive yang tidak terdapat transaksi beli emas atau transaksi jual emas yang dilakukan oleh pemilik rekening emas dalam kurun waktu 6 bulan berturut-turut dan saldo rekening emas di bawah saldo minimum.

Baca juga: Simak Syarat dan Cara Cicil Emas di BSI

Rekening emas yang dinyatakan sebagai Rekening Dormant akan ditutup secara otomatis oleh sistem dengan menjual seluruh sisa saldo emas yang tersedia kepada Bank dan dikurangi biaya penutupan rekening.

Aturan transaksi tabungan emas BSI

Beberapa ketentuan terkait transaksi E-Mas di BSI di antaranya meliputi aturan transaksi beli emas di BSI, transaksi jual emas, transaksi transfer emas, dan transaksi tarik fisik emas.

Transaksi beli emas

Berikut aturan transaksi beli emas selengkapnya:

  1. Nasabah melakukan transaksi beli emas dengan menggunakan BSI Mobile.
  2. Pendebetan dana pembelian emas akan bersumber dari Rekening Tabungan yang ditunjuk Nasabah.
  3. Apabila dana dalam Rekening Tabungan tidak mencukupi untuk pembayaran harga emas, biaya administrasi dan/atau pajak, maka transaksi tidak dapat dilanjutkan.
  4. Beli emas dilakukan dengan ketentuan minimal transaksi pembelian sebesar 0.05 gram dengan konversi Rupiah setara harga beli emas yang berlaku saat itu dan maksimal sebesar Rp 100 juta atau sesuai ketentuan yang berlaku di Bank, ketentuan tersebut akan diberitahukan terlebih dahulu kepada Nasabah melalui media apapun yang dianggap baik oleh Bank.
  5. Harga beli emas bagi Nasabah mengacu pada Informasi harga beli emas pada saat transaksi yang tertera pada tampilan beranda e-mas di BSI Mobile. Harga beli emas dapat berubah sewaktu-waktu.
  6. Proses beli emas yang telah dilakukan tidak dapat dibatalkan.
  7. Pada transaksi beli emas, Nasabah yang telah melakukan registrasi NPWP dan terverifikasi pada sistem Bank dikenakan pajak (PPH 22) sebesar 0,45 persen dari total harga beli. Sedangkan bagi Nasabah yang tidak memiliki/tidak melengkapi/tidak melakukan registrasi data NPWP dikenakan pajak (PPH 22) sebesar 0,9 persen dari total harga beli.
  8. Setiap transaksi beli emas yang berhasil akan tercatat di dalam rekening emas Nasabah pada BSI Mobile.

Transaksi jual emas

Sedangkan aturan transaksi jual emas selengkapnya adalah sebagai berikut:

  1. Nasabah dapat melakukan transaksi jual emas dengan menggunakan BSI Mobile.
  2. Pengkreditan dana hasil penjualan emas akan dikredit ke Rekening Tabungan yang ditunjuk Nasabah.
  3. Transaksi jual emas Nasabah dapat dihentikan oleh Bank apabila persediaan emas Bank mencapai limit maksimal. Untuk itu, Nasabah dapat melakukan transaksi jual emas kembali pada hari kerja berikutnya.
  4. Jual emas dilakukan dengan ketentuan minimal transaksi penjualan sebesar 1 gram dan maksimal 100 gram atau sesuai ketentuan yang berlaku di Bank, ketentuan tersebut akan diberitahukan terlebih dahulu kepada Nasabah melalui media apapun yang dianggap baik oleh Bank.
  5. Harga Jual emas mengacu pada Informasi harga jual emas pada saat transaksi yang tertera pada tampilan beranda e-mas di BSI Mobile. Harga jual emas dapat berubah sewaktu-waktu.
  6. Pada transaksi jual, Nasabah yang telah melakukan registrasi NPWP dan terverifikasi pada sistem Bank dikenakan pajak (PPH 22) sebesar 1,5 persen dari total harga jual emas untuk nominal jual lebih dari Rp 10 juta. Sedangkan bagi Nasabah yang tidak memiliki/tidak melengkapi/ tidak melakukan registrasi data NPWP akan dikenakan pajak (PPH 22) sebesar 3 persen dari total harga jual untuk nominal jual lebih dari Rp 10 juta.
  7. Setiap transaksi jual emas yang berhasil akan tercatat di dalam rekening emas Nasabah pada BSI Mobile.

Baca juga: Daftar Biaya Transaksi Nasabah BSI di Mesin ATM Bank Lain

Transaksi transfer emas

Adapun aturan transfer emas yang berlaku adalah:

  1. Nasabah dapat melakukan transaksi transfer emas dengan menggunakan BSI Mobile.
  2. Transaksi ini hanya dapat dilakukan antar Nasabah yang memiliki rekening emas.
  3. Minimal transaksi transfer adalah sebesar 0,1 gram dan maksimal 100 gram atau sesuai ketentuan yang berlaku di Bank, perubahan ketentuan tersebut akan diberitahukan terlebih dahulu kepada Nasabah melalui media apapun yang dianggap baik oleh Bank.
  4. Proses pemindahan saldo rekening emas Nasabah berlangsung secara real time.
  5. Setiap transaksi transfer emas yang berhasil akan tercatat di dalam rekening emas Nasabah pada BSI Mobile.

Transaksi tarik fisik emas

Selanjutnya, transaksi tarik fisik emas diatur dalam ketentuan sebagai berikut:

  1. Nasabah dapat melakukan permintaan tarik fisik emas melalui BSI Mobile.
  2. Pengambilan fisik emas dapat dilakukan di Kantor Cabang Bank pada hari dan jam kerja dengan ketentuan yang diatur oleh Bank.
  3. Nasabah wajib menunjukkan kartu identitas yang berlaku pada saat pengambilan fisik emas di Bank dan bukti resi atas transaksi tarik fisik emas.
  4. Pengambilan fisik emas dapat diwakilkan dengan menggunakan Surat Kuasa dengan melampirkan asli kartu identitas nasabah, penerima kuasa dan bukti resi atas transaksi tarik fisik emas.
  5. Minimal tarik fisik emas adalah 2 gram sesuai dengan pecahan emas yang tersedia dan dipilih oleh nasabah.
  6. Biaya tarik fisik menjadi beban Nasabah yang didebet dari Rekening Tabungan Nasabah yang ditunjuk. Biaya tarik fisik mengacu pada tarif biaya tarik fisik emas masing-masing pecahan.
  7. Bank memberikan nomor One Time Password (selanjutnya disebut OTP) kepada Nasabah yang datang ke Kantor Cabang Bank untuk melakukan proses pengambilan fisik emas. OTP diberikan untuk satu kali transaksi. Nasabah wajib memasukkan nomor OTP melalui BSI Mobile saat pengambilan fisik emas sebagai bukti penerimaan emas
  8. Fisik emas dapat diambil atau diterima lebih dari 14 hari kerja setelah transaksi diproses disesuaikan dengan jumlah pecahan, permintaan nasabah, dan lokasi Kantor Cabang Bank atau sesuai pemberitahuan dari Bank.
  9. Transaksi penarikan fisik emas yang sudah diproses tidak dapat dibatalkan.
  10. Nasabah akan menerima pemberitahuan melalui email dan/atau sms mengenai kesiapan fisik emas untuk diambil di Kantor Cabang Bank.
  11. Pengambilan fisik emas melebihi 5 (lima) hari kerja setelah pemberitahuan sebagaimana disebutkan pada point 10 di atas, maka Nasabah akan dikenakan biaya simpan 0,04 persen per hari dari nilai emas yang disimpan dikalikan dengan harga beli.

Baca juga: Migrasi ke BSI, Kartu BNI Syariah Tak Bisa Dipakai di Mesin ATM BNI

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Asosiasi Pengusaha Ritel: Kami Menyediakan Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Whats New
Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Kasus Omicron Terus Bertambah, Luhut: Kalau Masih Mau Hidup Silakan Ikuti Imbauan...

Whats New
Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Kredit Pintar Telah Salurkan Pinjaman Rp 23,8 Triliun Sejak 2017

Rilis
Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Menaker: Tenaga Kerja Perempuan di 4 Sektor Ini Bisa Kantongi Upah Tinggi

Whats New
Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Erick Thohir Bicara soal Subsidi Listrik, Soroti Adanya Mafia

Whats New
Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

Terus Berinovasi, GoFood Pelopori Teknologi Robot Otomatis di Layanan Pesan Antar Makanan

BrandzView
Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Nasabah CIMB Niaga Bisa Ubah Transaksi Kartu Kredit jadi Cicilan 0 Persen Lewat OCTO Mobile, Berikut Caranya

Spend Smart
Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan 'Panic Buying'

Pemerintah Jamin Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Aprindo: Warga Jangan "Panic Buying"

Whats New
Alfamart: Jangan 'Panic Buying' Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Alfamart: Jangan "Panic Buying" Minyak Goreng, Pemerintah Jamin Stoknya

Whats New
Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Berjasa Tangani Pasien, Berapa Gaji Perawat?

Work Smart
Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Gandeng Indosat Ooredo Hutchinson, Bank QNB Indonesia Luncurkan Pinjaman Digital UCan

Whats New
Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Luhut Bakal Buat BLU Batu Bara untuk Permudah PLN, Erick Thohir: Ya, Kami Akan Ikuti

Whats New
Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Pekerja Asing Tak Punya NIK, Kemenkeu Pastikan Tetap Kena Pajak

Whats New
Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Warga Serbu Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter, Indomaret dan Alfamart Batasi Pembelian

Whats New
Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Fasilitas Kantor atau Penghasilan Natura Bakal Kena Pajak, Aturan Turunan Keluar Februari-Maret

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.