Melawat ke Jerman, Bahlil Bujuk Bos VW Bangun Pabrik Sel Baterai di Indonesia

Kompas.com - 11/10/2021, 07:34 WIB
Menteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam webinar Prospek dan Tantangan Industri Beterai Nasional yang digelar secara virtual, Kamis (24/6/2021). (Tangakapan Layar) KOMPAS.com/ ELSA CATRIANAMenteri Investasi/ Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam webinar Prospek dan Tantangan Industri Beterai Nasional yang digelar secara virtual, Kamis (24/6/2021). (Tangakapan Layar)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Jerman. Pada hari kedua kunjungan kerjanya, dia bertemu dengan Chief Executive Officer (CEO) Volkswagen AG (VW) Thomas Schmall von Westerholt.

Dalam pertemuan itu, Bahlil berupaya membujuk bos VW agar membangun pabrik sel baterai untuk kendaraan listrik di Indonesia yang tengah digencarkan oleh pemerintah.

"Di hari ke dua kunjungan kerja ke Jerman, saya melakukan pertemuan dengan Volkswagen AG (VW) pada Jumat pagi waktu setempat. Saya berusaha meyakinkan VW untuk membuat prekursor katoda baterai kendaraan listrik di Indonesia. Sebagai bagian dari supply chain bahan baku pabrik baterai dan kendaraan listrik mereka di seluruh dunia," katanya dikutip dari akun resmi Instagram Bahlil, Senin (11/10/2021).

Baca juga: Kepada Investor Asing, Bahlil Tawarkan Kemudahan Perizinan dan Biaya Murah

Bahlil meyakinkan Thomas bahwa pemerintah akan memudahkan para investor asing ketika berinvestasi di Tanah Air.

"Pemerintah telah berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir. Kami pun di Kementerian Investasi siap untuk mendukung dan memfasilitasi penyediaan bahan baku melalui kerja sama dengan pengusaha lokal dan UMKM di Indonesia," sambung Bahlil.

Tidak hanya berfokus pada kendaraan listrik, sebelum bertemu bos VW, Bahlil melakukan pertemuan dengan B Braun. Perusahaan yang bergerak di bidang perangkat medis dan farmasi. Perusahaan tersebut telah berinvestasi di Indonesia sejak 2019, dengan nilai investasi 80 juta euro.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada wacana, B Braun ingin memperluas investasinya di kawasan Asia Pasifik, termasuk di Indonesia. Dari sinyal tersebut, dirinya mulai mencoba mendekati perusahaan tersebut.

"Perusahaan yang memiliki fasilitas dan kantor di banyak negara ini menyampaikan bahwa saat ini akan fokus di Asia-Pasifik khususnya di Indonesia. Inilah yang harus kita kejar, dukungan insentif juga dapat diberikan kepada B Braun sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar rencana perluasan investasi di Indonesia dapat berjalan dengan cepat," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bahlil Lahadalia (@bahlillahadalia)

Sementara pada hari pertama kunjungan kerjanya di Jerman,  Bahlil bertandang ke perusahaan produsen kimia multinasional BASF. Dia bilang, BASF tertarik mengembangkan industri bahan baku kendaraan listrik.

"BASF berminat mengembangkan investasinya di bidang industri smelter nikel dan kobalt yang merupakan bahan baku baterai listrik," ucap dia.

Selain itu dirinya juga menyambangi SEW EuroDrive, produsen teknologi penggerak. Bahlil pun berupaya merayu perusahaan tersebut berinvestasi ke RI dengan iming-iming memudahkan perizinan serta memfasilitasi lokasi pembangunan.

Baca juga: Rayu Investor, Bahlil Bilang Indonesia Telah Berubah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.