Kompas.com - 11/10/2021, 13:15 WIB
 Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso selepas Raker dengan Komisi XI, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (11/4/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso selepas Raker dengan Komisi XI, di Gedung Nusantara I, Jakarta, Rabu (11/4/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso ingin semua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) memiliki tabungan digital.

Ia mengatakan dari tahun ke tahun tingkat inklusi keuangan meningkat secara signifikan. Pada 2024, inklusi keuangan ditargetkan dapat mencapai 90 persen.

Untuk mencapai target tersebut, sejumlah kebijakan telah diterbitkan oleh OJK guna mengakomodir percepetan pertumbuhan industri jasa keuangan berbasis digital.

Salah satu kebijakan yang diterbitkan ialah Peraturan OJK terkait Bank Digital, yang dinilai Wimboh dapat memberikan ruang bagi bank untuk masuk ke dalam ekosistem digital serta mengembangkan produk dan layanan bank berbasis digital.

Melalui kebijakan tersebut, berbagai lapisan masyarakat diharapkan dapat masuk ke dalam ekosistem keuangan nasional, tidak terkecuali pelajar yang masih berada dalam jenjang SMP.

Baca juga: IHSG Melemah di Sesi I, Asing Lepas Saham MPPA dan SMGR

"Dengan hadirnya digitalisasi ini kita ingin menyampaikan bahwa semua anak SMP sudah harus masuk ke dalam ekosistem tabungan yang berbasis digital," kata Wimboh, dalam gelaran pembukaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Virtual Innovation Day 2021, Senin (11/10/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada saat bersamaan, Wimboh menyebutkan, pihaknya akan terus proaktif dalam memitigasi berbagai risiko yang mungkin muncul dari target inklusi keuangan digital tersebut.

"Sehingga cyber security harus kami tingkatkan, dan juga bagaimana juga perlindungan data pribadi menjadi perhatian. Kami tentunya bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan agar masyarakat dapat terlindungi dengan berbagai risiko tadi," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga meminta kepada OJK untuk mengantisipasi potensi kejahatan yang terjadi seiring dengan fenomena percepatan pertumbuhan digital.

"Jika kita kawal secara cepat dan tepat, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa digital, setelah China dan India, dan bisa membawa kita menjadi ekonomi terbesar dunia ketujuh di 2030," kata Presiden.

Baca juga: Banyak Masyarakat Terjerat Bunga Tinggi Pinjol, Ini Perintah Jokowi ke OJK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.