Menaker: Program Magang untuk Tekan Angka Pengangguran

Kompas.com - 11/10/2021, 16:18 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat mengunjungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang dikarantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2021).
DOK. Humas KemenakerMenteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah saat mengunjungi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang sedang dikarantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Pusat, Rabu (25/8/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kemnaker terus berupaya menekan pengangguran di Tanah Air melalui program pemagangan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pemagangan merupakan bagian dari proses pelatihan dengan menempatkan peserta di perusahaan sehingga mereka bisa merasakan situasi dan suasana bekerja.

Baca juga: APPI Tunggu Implementasi Perlindungan Ketenagakerjaan dari Kemenaker

"Jadi pemagangan itu bagian dari pelatihan. Pemagangan bukan untuk mendapatkan tenaga kerja murah secara terselubung, bukan. Pemagangan adalah bagian dari proses pelatihan. Kita punya keinginan pengangguran bisa kita tekan salah satu alternatifnya adalah melalui pemagangan," ucapnya melalui keterangan tertulis, Senin.

Ida menuturkan, banyak mantan peserta yang mengikuti pemagangan di Jepang kemudian menjadi pengusaha sukses atau diterima dunia usaha, baik di Jepang sendiri maupun di dalam negeri.

Pemagangan luar negeri, khususnya ke Jepang sudah berlangsung sejak tahun 1993 dan hingga saat ini peserta yang sudah dikirim ke Negeri Sakura tersebut mencapai 85.415 orang peserta.

"Ada yang (kini) miliki pekerja sampai 500. Banyak sekali dari usaha kecil sampai skala menengah," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, selama pandemi, pemagangan di Jepang dihentikan sementara. Pemerintah Jepang membatasi kehadiran warga negara asing, termasuk peserta pemagangan. Namun, kini pihaknya sudah berkirim surat ke Pemerintah Jepang agar kembali membuka diri untuk pemagangan dari Indonesia.

Baca juga: Kemenaker Ungkap 6 Masalah Penyaluran Bantuan Subsidi Gaji

"Kita sampaikan pandemi bisa kita kendalikan, positivity rate turun, kita sampaikan kondisi ini ke Pemerintah Jepang, sehingga kesempatan pemagangan ini bisa dibuka kembali," ujarnya.

Sementara itu Dirjen Binalavotas Kemnaker Budi Hartawan dalam kesempatan sosialisasi itu berharap, peserta sosialisasi dapat menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

"Sosialisasi ini juga kami harapkan dapat menyebarkan informasi mengenai program pemagangan Jepang dan semakin terbuka kesempatan untuk masyarakat terutama yang dari Indonesia timur," ucap Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.