Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menaker: Program Magang untuk Tekan Angka Pengangguran

Kompas.com - 11/10/2021, 16:18 WIB
Ade Miranti Karunia,
Bambang P. Jatmiko

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kemnaker terus berupaya menekan pengangguran di Tanah Air melalui program pemagangan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan, pemagangan merupakan bagian dari proses pelatihan dengan menempatkan peserta di perusahaan sehingga mereka bisa merasakan situasi dan suasana bekerja.

Baca juga: APPI Tunggu Implementasi Perlindungan Ketenagakerjaan dari Kemenaker

"Jadi pemagangan itu bagian dari pelatihan. Pemagangan bukan untuk mendapatkan tenaga kerja murah secara terselubung, bukan. Pemagangan adalah bagian dari proses pelatihan. Kita punya keinginan pengangguran bisa kita tekan salah satu alternatifnya adalah melalui pemagangan," ucapnya melalui keterangan tertulis, Senin.

Ida menuturkan, banyak mantan peserta yang mengikuti pemagangan di Jepang kemudian menjadi pengusaha sukses atau diterima dunia usaha, baik di Jepang sendiri maupun di dalam negeri.

Pemagangan luar negeri, khususnya ke Jepang sudah berlangsung sejak tahun 1993 dan hingga saat ini peserta yang sudah dikirim ke Negeri Sakura tersebut mencapai 85.415 orang peserta.

"Ada yang (kini) miliki pekerja sampai 500. Banyak sekali dari usaha kecil sampai skala menengah," kata dia.

Namun, selama pandemi, pemagangan di Jepang dihentikan sementara. Pemerintah Jepang membatasi kehadiran warga negara asing, termasuk peserta pemagangan. Namun, kini pihaknya sudah berkirim surat ke Pemerintah Jepang agar kembali membuka diri untuk pemagangan dari Indonesia.

Baca juga: Kemenaker Ungkap 6 Masalah Penyaluran Bantuan Subsidi Gaji

"Kita sampaikan pandemi bisa kita kendalikan, positivity rate turun, kita sampaikan kondisi ini ke Pemerintah Jepang, sehingga kesempatan pemagangan ini bisa dibuka kembali," ujarnya.

Sementara itu Dirjen Binalavotas Kemnaker Budi Hartawan dalam kesempatan sosialisasi itu berharap, peserta sosialisasi dapat menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

"Sosialisasi ini juga kami harapkan dapat menyebarkan informasi mengenai program pemagangan Jepang dan semakin terbuka kesempatan untuk masyarakat terutama yang dari Indonesia timur," ucap Budi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com